InfoSAWIT, KUALA LUMPUR — Rangkaian acara Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) RT2025 resmi berakhir hari ini, Rabu (5/11/2025), di Kuala Lumpur, Malaysia. Penutupan konferensi tahunan ini diisi dengan refleksi perjalanan dua dekade RSPO dalam mendorong praktik minyak sawit berkelanjutan di seluruh dunia.
Acara penutupan yang dihadiri berbagai perwakilan industri, lembaga internasional, dan organisasi petani ini turut menampilkan perwakilan dari World Resources Institute (WRI), Foresta Food, dan Chief Executive Officer RSPO, Joseph (JD) D’Cruz. Mereka kompak menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi lintas sektor agar keberlanjutan tidak sekadar menjadi jargon, tetapi terus diwujudkan dalam aksi nyata.
Roseberg dari WRI membuka sesi dengan kilas balik perjalanan panjang RSPO sejak berdiri dua dekade lalu. Ia menegaskan bahwa semangat yang lahir 20 tahun lalu di Kuala Lumpur harus terus menjadi landasan gerakan global ini.
BACA JUGA: RT2025: Asthon Lim Ungkap RSPO Siapkan Kalkulator GHG untuk Perhitungan Emisi Lebih Komprehensif
“Tentu kita semua masih ingat, sejak 20 tahun lalu komitmen kita akan RSPO dilahirkan di tempat ini,” ujar Roseberg dikutip dalam keteranga resmi diterima InfoSAWIT, Rabu (5/11/2025).
Sementara itu, Jose Rodrigo M. dari Foresta Food menyoroti pentingnya dukungan industri pengguna minyak sawit terhadap rantai pasok yang berkelanjutan. Ia menilai, keberhasilan transformasi sawit berkelanjutan tidak akan tercapai tanpa partisipasi aktif para pelaku industri hilir.
“Mari kita dukung proses minyak sawit berkelanjutan yang sudah berkembang hingga saat ini,” ungkap Jose, menegaskan komitmen pihaknya terhadap pasokan bahan baku yang bertanggung jawab.
BACA JUGA: RT2025: Wamenlu RI, Arif Havas Oegroseno Dukung Perdagangan Minyak Sawit Berkelanjutan
Menutup sesi dan sekaligus seluruh rangkaian RT2025, JD D’Cruz, CEO RSPO, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, anggota, dan mitra yang telah berkontribusi dalam memperkuat standar keberlanjutan global. Ia menegaskan bahwa keberhasilan industri sawit berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kerja sama lintas pihak — dari petani kecil hingga korporasi multinasional.
“Kita membutuhkan kolaborasi multipihak, guna menghasilkan minyak sawit bagi dunia,” pungkas JD D’Cruz menutup konferensi.
RT2025 menjadi tonggak penting yang menandai dua puluh tahun perjalanan RSPO dalam memperjuangkan minyak sawit yang ramah lingkungan, inklusif, dan berkeadilan sosial. Tema besar tahun ini, “Building the Next 20 Years: Sustainability in Action”, menggambarkan tekad RSPO untuk melanjutkan misinya dalam menghadirkan sistem produksi dan perdagangan minyak sawit yang lebih transparan serta berkelanjutan bagi generasi mendatang.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Withdraw Pada Selasa (4/11), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Menguat
Dengan berakhirnya RT2025, para pemangku kepentingan kini membawa pulang semangat baru untuk terus memperkuat rantai nilai minyak sawit yang berkelanjutan — dari lahan perkebunan hingga meja konsumen dunia. (T1)
