InfoSAWIT, JAKARTA — PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) kembali menegaskan komitmennya terhadap transformasi digital di sektor agribisnis. Melalui kegiatan kunjungan mahasiswa agribisnis Institut Pertanian Bogor (IPB), perusahaan memperkenalkan berbagai inovasi digital yang kini menjadi tulang punggung pengelolaan perkebunan kelapa sawit mereka.
Kegiatan yang berlangsung di kantor pusat Astra Agro pada akhir Oktober 2025 itu dihadiri 55 mahasiswa Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, beserta dua dosen pendamping. Direktur Astra Agro, Bandung Sahari, membuka kegiatan dengan paparan mengenai pentingnya digitalisasi dalam memperkuat ekosistem agribisnis nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
“Digitalisasi merupakan bagian penting dari strategi Astra Agro dalam memperkuat efisiensi, transparansi, dan daya saing industri sawit,” ujar Bandung Sahari dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Kamis (6/11/2025). “Kami berharap mahasiswa dapat mengambil inspirasi dari semangat inovasi yang kami terapkan.”
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Turun Tipis Pada Kamis (6/11), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Menguat
Menurut Bandung, industri kelapa sawit Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang, namun juga menghadapi tantangan yang menuntut langkah-langkah inovatif. Oleh karena itu, Astra Agro terus bertransformasi dengan mengadopsi teknologi digital di seluruh rantai operasionalnya — dari kebun hingga pabrik pengolahan.
Selama kunjungan, para mahasiswa mendapat kesempatan mengenal lebih dekat berbagai sistem digital unggulan Astra Agro. Salah satunya Plantation Information Management System (PIMS), sistem manajemen kebun berbasis data yang memungkinkan pemantauan dan pengendalian kegiatan operasional secara terintegrasi dan real-time.
PIMS kini menjadi fondasi digitalisasi perusahaan, mencakup aspek budidaya, transportasi hasil panen, hingga proses pengolahan minyak sawit mentah (CPO). Selain itu, Astra Agro juga memperkenalkan inovasi analitik data seperti AMANDA (Astra Agro Mandiri Data Analytics) dan DINDA (Digital Integrated Data Application) yang membantu menganalisis produktivitas dan mendeteksi dini potensi anomali di lapangan.
BACA JUGA: Program Sawit Terampil Antar Petani Swadaya Aceh Raih Sertifikat RSPO di Kuala Lumpur
Dalam memperkuat pemantauan kondisi tanaman, perusahaan juga mengimplementasikan drone monitoring dan digital field mapping berbasis citra satelit. Teknologi ini memungkinkan pemantauan kondisi kebun secara presisi dan efisien. Sementara itu, aplikasi SISKA 2.0 mendukung transparansi dan efisiensi transaksi Tandan Buah Segar (TBS) dari pihak ketiga melalui sistem pelacakan digital.
Vice President of Human Capital & General Affairs Astra Agro, Dungdang P. Hutapea, turut menyambut kehadiran mahasiswa dan menegaskan pentingnya membangun koneksi antara dunia industri dan pendidikan.
“Kami percaya generasi muda adalah penggerak utama dalam akselerasi transformasi agribisnis berbasis teknologi,” ujarnya.
BACA JUGA: Bumitama dan IDH Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Hijau di Kalimantan Barat
Antusiasme juga datang dari pihak mahasiswa. Yanuar Afrizal Hidayat, Ketua Departemen Keprofesian HIPMA IPB, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan belajar langsung dari perusahaan perkebunan besar di Indonesia.
“Apa yang kami pelajari di kampus terasa semakin nyata setelah mendengarkan langsung bagaimana Astra Agro menerapkan digitalisasi di lapangan. Kunjungan ini sangat inspiratif,” tutur Yanuar.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif, di mana mahasiswa berdialog dengan tim Astra Agro mengenai strategi inovasi, keberlanjutan pengelolaan kebun, hingga peran generasi muda dalam pengembangan agribisnis modern. (T2)
