Perdebatan Ekspansi Sawit Mengemuka, Akademisi Ingatkan Batas Fungsi Ekologis

oleh -3.505 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Sawit Fest 2021/Foto:Miftahurrohman/Lanskap perkebunan sawit.

“Buat blok-blok khusus untuk sawit, dan kembalikan fungsi hutan pada kawasan yang secara ekologis tidak cocok untuk kebun. Jangan memaksakan sawit tumbuh di tempat yang memang bukan habitatnya. Kalau konservasi ingin berjalan, fungsikan hutan sesuai peruntukannya,” ujarnya.

Ia berharap diskursus tentang kelapa sawit dapat ditempatkan secara lebih seimbang antara kepentingan ekonomi dan konservasi. Menurutnya, meski sawit memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan, tanaman ini tidak dirancang oleh alam untuk menggantikan fungsi ekologis hutan alam.

Pandangan senada juga disampaikan Guru Besar Kebijakan Agribisnis IPB University, Bayu Krisnamurthi. Ia mengakui adanya perdebatan panjang mengenai posisi sawit dalam ekosistem. Menurutnya, kebun sawit memang bukan hutan alam tropis, namun sebagai komoditas strategis, sawit tetap memiliki fungsi ekologis tertentu.

BACA JUGA: DJP Buka Akses Data Lintas Instansi, Perketat Pengawasan Minerba dan Sawit

“Di sini diperlukan melihat kelapa sawit secara proporsional sebagai komoditas strategis yang memberikan manfaat ekonomi besar, namun memiliki batas ekologis yang jelas,” kata Bayu dikutip dari Antara.

Mantan Wakil Menteri Perdagangan periode 2011–2014 itu menjelaskan bahwa pohon sawit dapat tumbuh puluhan tahun dan menyerap karbon dioksida melalui proses fotosintesis. Sawit juga menyimpan karbon dalam batang, serasah, hingga buahnya. Meski demikian, kapasitas ekologis tersebut tidak dapat disamakan dengan hutan tropis yang memiliki struktur berlapis dan keanekaragaman hayati yang jauh lebih kompleks.

“Kebun sawit tidak sama dengan hutan alam dalam keanekaragaman hayatinya, dalam kemampuan ekologisnya, dalam kemampuan hidrologisnya,” tegas Bayu.

BACA JUGA: GAPKI Dorong Industri Sawit Jadi Pelopor Tempat Kerja Bebas Kekerasan dan Pelecehan

Di sisi lain, Bayu menggarisbawahi bahwa manfaat ekonomi kelapa sawit bagi masyarakat dan negara tidak dapat dipinggirkan. Industri ini, menurutnya, menjadi tulang punggung ekonomi nasional, dengan luas perkebunan mencapai lebih dari 16 juta hektare. Sektor ini mempekerjakan sekitar 16–20 juta orang, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Tak hanya itu, produksi minyak sawit mentah (CPO) Indonesia yang lebih dari 50 juta ton per tahun menempatkan Indonesia sebagai produsen sekaligus eksportir sawit terbesar di dunia.

Perdebatan ini menegaskan pentingnya kebijakan sawit yang berbasis ilmu pengetahuan dan kehati-hatian ekologis, agar pengembangan komoditas strategis tersebut tidak mengorbankan ketahanan lingkungan dan keselamatan masyarakat. (T2)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com