Stok Malaysia Tinggi, Ringgit Menguat Tipis
Meski harga menguat, pasar masih dibayangi faktor stok. Persediaan minyak sawit Malaysia dilaporkan melonjak mendekati level tertinggi dalam hampir tujuh tahun pada Desember, dan menembus angka psikologis 3 juta ton. Lonjakan ini terjadi ketika produksi bulanan tercatat menjadi yang terkuat dalam delapan tahun, melampaui kenaikan ekspor yang relatif terbatas.
Di sisi mata uang, ringgit menguat 0,15% terhadap dolar AS. Penguatan ringgit umumnya membuat minyak sawit menjadi sedikit lebih mahal bagi pembeli luar negeri yang bertransaksi menggunakan mata uang asing.
Dari sisi teknikal, analis Wang Tao menyebut harga minyak sawit masih berpeluang melanjutkan kenaikan hingga RM4.180 per ton, setelah berhasil menembus level resistensi utama di RM4.099 per ton.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 14-20 Januari 2026 Naik Rp 4,90 per Kg
Dengan kombinasi penguatan rival oils, perbaikan ekspor awal bulan, serta arah kebijakan biodiesel regional yang masih dinamis, pelaku pasar kini menanti apakah tren naik ini akan bertahan atau kembali tertahan oleh tekanan stok tinggi Malaysia. (T2)
