Harga CPO Malaysia Tembus RM4.131 per Ton, Ditopang Minyak Nabati Pesaing dan Ekspor yang Menguat

oleh -2.961 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. NST/Bursa Derivatif Malaysia (MDEX).

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR — Harga minyak sawit mentah (CPO) Malaysia kembali menguat pada perdagangan Selasa, melanjutkan kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut. Penguatan ini ditopang naiknya harga minyak nabati pesaing serta data ekspor yang memberi sinyal permintaan mulai membaik di awal Januari.

Dilansir Reuters, harga kontrak acuan minyak sawit di Bursa Malaysia Derivatives Exchange untuk pengiriman Maret tercatat naik 41 ringgit atau 1% menjadi RM4.131 per ton pada perdagangan tengah hari.

Seorang pedagang berbasis di Kuala Lumpur menyebut reli harga CPO mendapat dorongan dari penguatan pasar minyak nabati lain.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 14-20 Januari 2026 Naik Rp. 57,98 per Kg 

“Harga CPO menguat karena kenaikan di minyak biji-bijian lain,” ujarnya, seraya menambahkan kontrak sudah bergerak stabil di atas RM4.100 per ton berkat dukungan teknikal dan data ekspor periode awal bulan.

 

Ekspor 1–10 Januari Naik hingga 29,2%

Sentimen pasar semakin menguat setelah survei kargo menunjukkan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada periode 1–10 Januari meningkat 17,7% hingga 29,2% dibandingkan periode sebulan sebelumnya.

Data ini menjadi katalis penting karena ekspor merupakan salah satu indikator utama yang sering dipakai pelaku pasar untuk membaca arah permintaan, terutama setelah stok minyak sawit Malaysia melonjak tinggi pada akhir tahun.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik 1,07 Persen Pada Selasa (13/1), Harga CPO di Bursa Malaysia Menguat

Pergerakan harga sawit juga mengikuti penguatan minyak nabati pesaing. Kontrak minyak sawit di Dalian (kontrak paling aktif) tercatat naik 1,62%, sementara harga soyoil di Chicago Board of Trade (CBOT) menguat 0,62%.

Di pasar global, minyak sawit memang bersaing ketat dengan minyak kedelai dan minyak nabati lainnya. Karena itu, pergerakan harga kompetitor kerap menjadi faktor yang ikut “menarik” arah sawit.

 

Indonesia Pantau Selisih Harga CPO dan Minyak Mentah untuk B50

Dari sisi kebijakan, pasar juga mencermati langkah Indonesia terkait mandatori biodiesel. Seorang pejabat senior Indonesia menyebut perbedaan harga antara CPO dan minyak mentah akan menjadi faktor penentu apakah Indonesia akan meluncurkan kebijakan B50, yakni campuran biodiesel 50% berbasis sawit dengan diesel.

BACA JUGA: Airlangga Tegaskan B50 Belum Jalan di 2026, Prabowo Minta Mandatori Biodiesel Tetap B40

Sementara itu, harga minyak mentah global tercatat menguat tipis di tengah kekhawatiran geopolitik terkait Iran dan potensi gangguan pasokan, meski pasar juga mempertimbangkan kemungkinan tambahan suplai dari Venezuela.

Kondisi ini dinilai bisa membuat sawit lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel, karena ketika harga minyak mentah menguat, daya saing biodiesel cenderung membaik.


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com