InfoSAWIT, KUALA LUMPUR — Pemerintah Malaysia tengah mendorong perluasan penggunaan biodiesel sawit B20 di sektor transportasi bandara. Otoritas sawit nasional, Malaysian Palm Oil Board (MPOB), saat ini dilaporkan sedang berdiskusi dengan operator kendaraan darat serta pemasok biodiesel B20 untuk mencampurkan dan menggunakan B20 sebagai bagian dari upaya memperluas penerapannya di Kuala Lumpur International Airport (KLIA).
Kementerian Perladangan dan Komoditas Malaysia atau Ministry of Plantation and Commodities (KPK) menyampaikan bahwa inisiatif B20 tersebut juga direncanakan untuk diperluas ke kendaraan layanan darat di bandara-bandara lain, termasuk Senai International Airport.
“Perluasan penggunaan B20 untuk kendaraan layanan darat di bandara-bandara ini bergantung pada hasil proyek percontohan di KLIA, persetujuan pendanaan, serta ketersediaan infrastruktur dan logistik di bandara terkait,” demikian pernyataan KPK dilansir InfoSAWIT dari Bernama, Rabu (4/2/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai jawaban atas pertanyaan Datuk Iskandar Dzulkarnain Abdul Khalid (Kuala Kangsar) terkait rencana KPK untuk memperluas penggunaan campuran biodiesel sawit B20 di seluruh bandara di Malaysia.
Langkah ini sejalan dengan agenda Malaysia dalam meningkatkan pemanfaatan biodiesel berbasis sawit di sektor transportasi strategis, sekaligus memperkuat permintaan domestik minyak sawit.
BACA JUGA: POPSI Sambut Sawit Disebut Miracle Crop, Minta Negara Hadir Lindungi Petani Kecil
Menurut Bernama, pemerintah berharap proyek percontohan di KLIA dapat menjadi acuan sebelum kebijakan B20 diterapkan secara lebih luas di bandara-bandara lain di negara tersebut. (T2)
