Sementara itu, Guru Besar Agribisnis IPB University, Bayu Krisnamurthi, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya aspek social sustainability untuk memenuhi standar pasar global. Harmonisasi ribuan pekerja lintas suku dan agama di PTPN IV PalmCo menjadi bukti empiris komitmen terhadap prinsip non-diskriminasi dan kesetaraan peluang kerja—unsur penting dalam sertifikasi keberlanjutan seperti ISPO maupun RSPO.
Dari sisi demografi usia, kekuatan SDM PTPN IV PalmCo juga ditopang kelompok usia produktif. Data perusahaan mencatat kelompok usia 31–40 tahun mencapai 27%, sementara usia 41–50 tahun sebesar 41%.
Dengan fondasi keberagaman budaya dan dominasi tenaga kerja usia produktif, manajemen optimistis kekayaan sosial tersebut akan menjadi energi utama dalam mendukung ketahanan pangan dan energi nasional berbasis kelapa sawit.
Di balik deretan angka produksi dan ekspor, kisah tentang integrasi 55 suku bangsa di PTPN IV PalmCo menjadi wajah lain industri sawit Indonesia—bukan sekadar komoditas strategis, melainkan juga ruang perjumpaan dan persatuan anak bangsa. (T2)
