Adapun pada 10 Juli 2026, peserta akan mengikuti field trip sebagai sarana pembelajaran langsung di lapangan sekaligus memperluas jejaring antarpraktisi.
Secara keseluruhan, TPOMI 2026 ditargetkan diikuti lebih dari 400 peserta yang berasal dari kalangan industri, pemerintah, akademisi, dan media.
Posma menekankan, salah satu fokus utama TPOMI tahun ini adalah pembaruan teknologi pabrik sawit menuju konsep smart, predictive and data-driven palm oil mill.
BACA JUGA: Disbun Muba Minta PKS Tetap Serap TBS Sawit Petani, Stabilitas Harga TBS Jadi Perhatian
Menurutnya, teknologi yang diadopsi harus memberikan dampak langsung terhadap profitabilitas melalui penurunan losses, pengurangan downtime, peningkatan efisiensi energi, serta pengambilan keputusan yang lebih akurat.
Berbagai teknologi yang menjadi perhatian antara lain pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk analisis anomali proses, prediksi losses, dan rekomendasi keputusan operasional.
Selain itu, terdapat pula penerapan predictive maintenance untuk mendeteksi potensi kerusakan lebih dini, penggunaan sensor Internet of Things (IoT) secara real-time untuk memantau temperatur, tekanan, getaran, aliran, level, dan konsumsi energi, hingga sistem otomasi untuk menjaga stabilitas operasi dan mengurangi human error.
BACA JUGA: DSI Mengurus Sawit, Siapa Menjamin Nasib 17 Juta Petani dan Buruh?
Aspek keberlanjutan juga menjadi perhatian melalui pembahasan pengelolaan POME, pengembangan biogas, pemanfaatan biomassa, perdagangan karbon, dan efisiensi energi.
“Prinsip TPOMI adalah teknologi harus aplikatif, terukur, dan memberikan dampak nyata terhadap efisiensi, produktivitas, K3, serta keberlanjutan pabrik,” tegas Posma.
Ia menambahkan, penyelenggaraan TPOMI 2026 terselenggara melalui kolaborasi lintas lembaga dan dukungan berbagai pihak, termasuk BPDP, GAPKI, BPJS Ketenagakerjaan, GIMNI, kementerian dan lembaga terkait, sponsor, exhibitor, serta media partner.
BACA JUGA: HR CPO Juni 2026 Turun Jadi US$ 1.029,51 per MT, BK CPO US$ 148 per MT dan PE sebesar 12,5 persen
Di akhir paparannya, Posma menyampaikan pesan khusus kepada media agar turut mengangkat transformasi positif yang tengah berlangsung di industri sawit nasional.
“TPOMI 2026 adalah momentum untuk mengangkat narasi positif bahwa sawit Indonesia bergerak menuju industri yang lebih cerdas, efisien, aman, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (T2)
