InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Harga minyak kelapa sawit di Bursa Berjangka di Malaysia naik untuk sesi keempat berturut-turut pada hari Rabu (13/4/2022), bertahan hampir pada level tertinggi selama tiga minggu terakhir, mengikuti penguatan harga minyak kedelai di Bursa Dalian dan minyak mentah di Bursa berjangka.
Kontrak minyak sawit acuan FCPOc3 untuk pengiriman Juni di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM 64 per ton, atau naik sekitar 1,04%, menjadi RM 6.243 (US$ 1.476,76) per ton pada awal perdagangan, tertinggi sejak 24 Maret.
Dilansir InfoSAWIT, dari Reuters, ekspor produk minyak sawit Malaysia untuk periode 1-10 April tercatat turun 20,7% dibanding Maret 2022 pada periode yang sama, menurut surveyor kargo Societe Generale de Surveillance, pada Selasa (12/4/2022).
BACA JUGA: Harga Minyak Sawit Melorot untuk Hari Ketiga Berturut-turut
Harga minyak mentah tercatat naik di tengah kekhawatiran adanya penurunan pasokan di Rusia akibat terkena sanksi, pengekspor minyak mentah terbesar kedua di dunia, yang akan memperketat pasokan setelah Moskow mengatakan pembicaraan damai untuk menyelesaikan invasi ke Ukraina menemui jalan buntu.
Harga minyak mentah yang lebih kuat membuat minyak kelapa sawit menjadi pilihan yang lebih menarik untuk bahan baku biodiesel.
Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian DBYcv1 naik 1%, sementara kontrak minyak sawit DCPcv1 naik 2,2%. Harga kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 naik 0,01%.
Analis teknis Reuters Wang Tao mengatakan, harga minyak sawit mungkin akan berada di RM 6.326 ringgit per ton, dengan potensi kenaikan harga sekitar RM 6.454 – RM 6.548 per ton. (T2)
