Malaysia Berencana Pangkas Pajak Ekspor, Genjot Pasokan Minyak Sawit

oleh -1.291 Kali Dibaca
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Minyak Sawit.

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Kementerian komoditas Malaysia telah mengusulkan pemotongan pajak ekspor minyak sawit setengahnya guna memenuhi kekurangan pasokan minyak nabati global, sekaligus mendongkrak  pangsa pasar minyak sawit Malaysia.

Diungkapkan, Menteri Industri dan Komoditas Perkebunan Datuk Zuraida Kamaruddin, pihaknya telah mengusulkan pemotongan pajak tersebut kepada kementerian keuangan, yang telah membentuk sebuah komite untuk melihat rinciannya.

“Malaysia berencana memangkas pajak, untuk tindakan sementara, menjadi sektar 4%  sampai 6% dari sebelumnya 8% saat ini,” kata Zuraida seperti dilansir Reuters.

BACA JUGA: Malaysia Kaji Pemangkasan Pajak Ekspor, Paska Indonesia Buka Kembali Keran Ekspor

Keputusan ini kabaranya bakal efektif diterapkan awal Juni. Cara demikian menjadi upaya Malaysia dalam meningkatkan pangsa pasar minyak nabati, paska invasi Rusia ke Ukraina yang telah mengganggu pengiriman minyak bunga matahari dan terbitnya kebijakan larangan ekspor CPO  oleh ndonesia, yang semakin memperketat pasokan minyak nabati global.

Usulan tersebut, tutur Zuraida, meminta Kementerian Keuangan untuk mempercepat pemotongan pajak bagi produsen minyak sawit yang terkait dengan negara, FGV Holdings Bhd – terbesar di Malaysia – dan perusahaan dengan produksi oleokimia di luar negeri.

Malaysia juga akan menunda implementasi mandatori biodiesel B30, yang mewajibkan sebagian minyak solarnya dicampur dengan 30% minyak sawit. “Langkah ini dilakukan untuk memprioritaskan pasokan ke industri pangan global dan domestik,” tutur Zuraida.

Tercatat minyak sawit  yang biasa digunakan dalam segala hal mulai dari kue hingga deterjen, menyumbang hampir 60% pangsa pasar minyak nabati global dan dengan tidak adanya pasokan minyak sawit dari produsen utama, Indonesia, kian mengguncang pasar minyak nabati dunia.

Zuraida mengatakan kepada Reuters bahwa negara-negara pengimpor telah meminta Malaysia untuk mengurangi pajak ekspornya. “Mereka merasa itu terlalu tinggi karena tingginya biaya di seluruh rantai pasokan minyak nabati,” katanya. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com