Jokowi Tinjau Minyak Makan Merah Produksi PPKS Medan

oleh -1.922 Kali Dibaca
Info Sawit
Dok. Istimewa

InfoSAWIT, MEDAN – Penemuan minyak makan goreng sawit merah atau disebut minyak makan merah dari kelapa sawit oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan telah menarik perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam kunjungan selama dua hari di Provinsi Sumatera Utara, Rabu-Kamis (6-7 Juli 2022), orang nomor satu di Indonesia itu menyempatkan diri meninjau secara langsung proses penelitian minyak makan merah di PPPKS Medan yang terletak di Jakan Brigjen Katamso. Kelurahan Kampung Baru, Kota Medan, Kamis (7/7/2022). 

Dari keterangan resmi yang diperoleh InfoSAWIT, disebutkan turut hadir mendampingi Presiden dalam peninjauan tersebut yakni Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi.

BACA JUGA : InfoSAWIT Dukung Jokowi Terkait Harga Minyak Goreng Sawit Rp 14.000/liter

Beberapa hari sebelumnya pun Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Walikota Medan, dan sejumlah pihak terkait juga telah meninjau pengelolaan minyak makan merah produksi PPKS ini.

Sebagai informasi, minyak makan merah sendiri merupakan inovasi minyak sawit yang berpotensi digunakan sebagai pangan fungsional dalam membantu pencegahan stunting atau kekerdilan dari masyarakat.

“Minyak makan sawit merah ini tidak hanya bisa berfungsi untuk menggoreng, tapi bisa juga untuk suplemen untuk membantu masyarakat kita dari stunting karena nilai gizi dari minyak makan merah ini sangat besar dibanding dengan minyak goreng yang beredar di pasaran,” ujar Kepala PPKS Edwin Lubis dalam keterangannya kepada Presiden Jokowi.

BACA JUGA : Jokowi Sarankan Koperasi Jadi Produsen Minyak Makan Merah

Menurut Edwin, keunggulan dari minyak makan merah tersebut terletak pada nilai gizi dan kandungan pro-vitamin A dan E yang lebih tinggi dari minyak goreng pada umumnya. Dalam pengolahannya, Edwin menyebut, PPKS menggunakan teknologi sederhana dengan mempertahankan nutrisi di dalamnya.

“Keunggulan dari minyak makan merah ini adalah gizi atau kandungan vitamin A dan vitamin E lebih tinggi karena kita mengutamakan nutrisi dalam pengolahannya,” lanjutnya.

Edwin menjelaskan bahwa produksi minyak makan merah ini dapat dikembangkan oleh koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) karena nilai investasi yang lebih kecil dibandingkan pabrik minyak goreng komersial. Selain itu, Edwin menyebut biaya logistik dari produksi minyak makan merah ini juga kecil.

“Ini diharapkan dibangun di sentra atau di daerah-daerah pedesaan sehingga pasti akan lebih murah karena biaya logistiknya bisa dikatakan tidak ada,” tambahnya.

Di akhir keterangannya, Edwin menuturkan bahwa edukasi dan sosialisasi tentang manfaat minyak makan merah perlu dilakukan kepada masyarakat karena adanya perbedaan warna dengan minyak goreng pada umumnya. 

Ia pun juga meminta dukungan semua pihak untuk membantu menyosialisasikan produk inovasi yang dapat menjadi salah satu solusi dalam pemenuhan gizi bagi masyarakat Indonesia.

“Tentunya harapan kami dukungan seluruh stakeholder untuk menyosialisasikan minyak makan merah ini,” tegas Edwin Lubis. (T5)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com