Holding PTPN Bakal Dipangkas Hanya Jadi 4 Perusahaan

oleh -4.888 Kali Dibaca
Dok. Istimewa

InfoSAWIT, AMSTERDAM – Pemerintah berencana melakukan pemangkasan Holding Perkebunan Nusantara (PTPN), dari sebelumnya sebanyak 13 perusahaan menjadi hanya 4 perusahaan, rencana tersebut disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, disela kunjungan kerja ke Belanda, Sabtu (3/9/2022).

Tutur Erick, PTPN ke depan akan hanya ada empat subholding diantaranya bernama Sugar Co untuk komoditas gula, Palm Co untuk komoditas sawit, dan ada holding lain-lain, penyederhanaan ini kata dia, dangat penting guna menyehatkan BUMN, misalnya dengan langkah perampingan direksi PTPN yang masing-masing memiliki lima direksi.

Efisiensi dilakukan dengan konsolidasi melalui holding PTPN III, masing-masing anak usaha hanya memiliki satu Chief Operation Officer (COO). “PTPN target kerugian 2021 kan Rp 1,6 triliun, tapi bukunya 2021 untung Rp 4,6 triliun, ini buktinya kalau mau lebih efisien dan efektif,” ujar dia seperti dilansir Kompas.

BACA JUGA: Harga Minyak Sawit Di Bursa Malaysia Ada Poteni Meningkat

Upaya perampingan dari 108 BUMN menjadi hanya 11 BUMN yang berhasil untung dan membagikan dividen. Dari 108 itu, kini dipangkas menjadi 41 BUMN, dengan target akhir hanya ada 30 BUMN.

Namun Erick mengungkapkan, dengan menyederhanankan BUMN tersebut bukan berarti berkurang pegawainya. Lantaran yang berkuran paling hanya Direksi dan komisaris. “Tapi ya enggak apa-apa lah, kan harus rotasi,” ujar dia.

BACA JUGA: GAPKI Dukung Penghentian Sementara Pungutan Ekspor Minyak Sawit

Rencananya, konsolidasi ini akan dimulai akhir 2022 dengan pembentukan Sugar Co dan Palm Co, dan akan selesai di pertengahan 2023. Pembentukan subholding tersebut dalam rangka perusahaan mendapatkan akses permodalan di pasar saham melalui Initial Public Offering (IPO). (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com