InfoSAWIT, JAKARTA – Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan mendorong agar rencana Pembentukan Indonesia–Economic Community of West African States (ECOWAS) Preferential Trade Agreement (PTA) dapat segera terwujud. Zulkifli Hasan berharap dukungan Nigeria untuk mendorong percepatan inisiasi perundingan PTA/FTA antara Indonesia dengan ECOWAS, yang telah dilakukan kedua belah pihak pada 2017.
“Saya yakin PTA antara Indonesia dan ECOWAS akan memberikan peluang dan manfaat besar bagi kedua pihak, terutama dalam hubungan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Nigeria. Untuk itu, Saya mendorong Nigeria untuk dapat mendukung terwujudnya perundingan Indonesia-ECOWAS PTA ini,” ungkap Mendag Zulkifli Hasan, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Rabu (26/10/2022).
Pada pertemuan ini, Mendag Zulkifli Hasan juga mendorong Nigeria untuk mengecualikan penerapan larangan impor atas produk unggulan Indonesia. Sebelumnya, Pemerintah Nigeria menerapkan larangan impor atas 25 jenis produk, termasuk diantaranya adalah produk unggulan Indonesia.
“Kami telah meminta kepada Menteri Perindustrian, Perdagangan dan Investasi Nigeria agar produk unggulan Indonesia dapat dikecualikan dalam daftar larangan impor sehingga tercapai neraca perdagangan bilateral yang lebih seimbang,” kata Mendag Zulkifli Hasan.
Merujuk informasi Kementerian Perdagangan, ada periode Januari—Agustus 2022, total perdagangan kedua negara mencapai US$ 3,41 miliar, meningkat signifikan sebesar 138,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 1,4 miliar. Sementara pada 2021, total perdagangan kedua negara tercatat mencapai USD 2,51 miliar.
Produk ekspor utama Indonesia ke Nigeria di antaranya margarin, kertas dan kertas karton, minyak sawit dan fraksinya, serta saus. Sedangkan impor Indonesia dari Nigeria di antaranya minyak bumi, biji kakao, aluminium tidak ditempa, bijih seng, serta kulit domba. (T2)
