InfoSAWIT, SAMPIT – Paska bentrokan antara masyarakat sekitar perkebunan kelapa sawit PT Bangun Jaya Alam Permai (BJAP), awal Juli 2023 lalu. Upaya mediasi pun dilakukan untuk masyarakat di 6 desa 1 kelurahan yang ada di Kabupaten Seruyan.
Diungkapkan Wakil Bupati Seruyan, Iswanty, mediasi yang dilakukan bersama Camat, Kapolres Seruyan, Ketua harian DAD Seruyan, Damang, perwakilan pihak perusahaan dan para kades menemui titik terang. “Pihak perusahaan telah menyanggupi tuntutan masyarakat perihal plasma 20 persen untuk masyarakat,” kata Iswanty, Sabtu (22/7/2023) dilansir Borneonews.
Tercatat mediasi tersebut menjadi yang ke ketiga kalinya dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Seruyan bersama masyarakat juga pihak perusahaan. Sebelumnya dilakukan dua kali mediasi namun hasilnya buntu tidak ada titik terang.
BACA JUGA: Hidup Miskin dan Tuntutan Plasma Tak Juga Terwujud, Warga Bentrok Dengan Perusahaan Sawit PT BJAP
Beberapa keputusan yang diperoleh diantaranya, PT BJAP bersedia memberikan lahan kebun kelapa sawit sebesar 20 persen dengan luas 13.500 hektar kepada masyarakat di Kelurahan Rantau Pulut, Desa Bukit Buluh, Desa Mugi Penyuhu, Desa Tumbang Bai, Desa Ayawan, Desa Sukamandang dan Desa Durian Tunggal.
Lantas, Camat Seruyan Tengah dan lurah serta kapala desa segera melakukan pembentukan kelembagaan koperasi dan melakukan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk proses pendataan masyarakat sebagai penerima manfaat pembangunan kebun pada PT BJAP yang selanjutnya diusulkan kepada Bupati Seruyan untuk ditetapkan surat keputusan calon petani.
Sementara untuk penetapan calon lahan dalam izin perkebunan menunggu hasil koordinasi pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta yang dilakukan bersama-sama antara pemerintah Kabupaten Seruyan dan masyarakat yang difasilitasi oleh PT BJAP.
BACA JUGA: Kasus Bentrok di Seruyan, GAPKI Kalteng Serukan Dahulukan Proses Pembicaraan Dengan Perusahaan
Kemudian selama proses itu berjalan, masyarakat kelurahan dan desa untuk tidak melakukan aksi atau kegiatan panen massal yang menyebabkan terganggunya keamanan dan ketertiban khususnya dilingkungan perkebunan kelapa sawit PT BJAP.
“Saya berharap ini menjadi salah satu kado terindah dimasa akhir Jabatan saya sebagai Wakil Bupati Seruyan, karena mampu menyelesaikan masalah ini bersama masyarakat,” tandas Iswanty. (T2)
