InfoSAWIT, JAKARTA – Pada 30 Juni 2023 lalu, Holding Perkebunan Nusantara melalui anak usahanya, PTPN IV, mengumumkan kemitraan strategisnya dalam pengembangan Compressed Biomethane Gas (CBG) bersama reNIKOLA SDN BHD, sebuah perusahaan energi terbarukan yang berbasis di Malaysia.
Kemitraan ini bertujuan untuk mengakselerasi implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) di PTPN Group, sebuah langkah yang sejalan dengan komitmen mereka dalam mengurangi emisi karbon dan menjaga lingkungan.
Nota kesepahaman bersama (MoU) ini ditandatangani langsung Direktur PTPN IV, Sucipto Prayitno, dan Direktur reNIKOLA SDN BHD, Lim Beng Guan. Kerja sama ini diumumkan dalam sebuah seremoni daring pada tanggal 12 September 2023 lalu.
BACA JUGA: Terfokus di 7 Provinsi, Penerapan ISPO di Petani Sawit Masih Dianggap Lamban
Rencananya, kerja sama ini akan difokuskan pada pengembangan CBG dari limbah cair hasil pengolahan kelapa sawit, yang dikenal sebagai POME (Palm Oil Mill Effluent). Proyek ini akan mencakup empat pabrik kelapa sawit (PKS) milik PTPN IV, yaitu PKS Tinjowan, PKS Pulu Raja, PKS Dolok Sinumbah, dan PKS Pabatu, yang terletak di Sumatera Utara.
Menurut Direktur PTPN IV, Sucipto Prayitno, kerja sama ini adalah bagian dari inisiatif PTPN IV untuk berkontribusi dalam pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan oleh kegiatan perkebunan kelapa sawit. Ini juga sejalan dengan komitmen PTPN Group dalam mengurangi emisi dalam skenario bisnis biasa (Business As Usual, BAU) perkebunan.
“Dengan kerja sama ini, kami mendukung program pemerintah untuk menurunkan emisi GRK sebesar 29 persen (dengan kemampuan sendiri) atau 41 persen (dengan bantuan internasional) pada tahun 2030 sesuai dengan NDC (Nationally Determined Contribution),” ujar Sucipto dikutip InfoSAWIT dari laman resmi Holding Perkebunan, Senin (9/10/2023).
BACA JUGA: Potensi Biomassa Serpihan Kayu dan Limbah Sawit, Bisa Hasilkan Listrik Setara 56,97 GW
Sementara diungkapkan Direktur reNIKOLA SDN BHD, Lim Beng Guan, pihaknya berkomitmen dalam upaya penurunan emisi karbon global (dekarbonisasi). Salah satu fokus utama kerjasama ini adalah mengembangkan CBG dengan mengubah limbah cair POME menjadi sumber daya yang lebih bernilai dan dapat dimanfaatkan. Mereka memiliki rencana untuk mewujudkan 50 proyek CBG di Indonesia dengan perkiraan biaya sekitar US$ 300 juta dan berharap dapat berkolaborasi dengan PTPN Group.
