InfoSAWIT, SINGAPURA – Harga kontrak minyak sawit berjangka di Bursa Malaysia naik pada Jumat, (10/11/2023) didukung adanya permintaan yang kuat dari Tiongkok, sementara investor menunggu data permintaan dan pasokan dari Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) untuk 10 hari pertama di November.
Dilansir Reuters, harga kontrak acuan minyak sawit berkode FCPOc3 untuk pengiriman Januari 2024 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM 30 atau terdapat kenaikan sekitar 0,8%, menjadi RM 3,772 (US$ 799,49) per metrik ton pada perdagangan pagi. Kontrak tersebut telah turun 0,4% selama periode seminggu terakhir.
Belum lama ini Tiongkok telah membeli hingga 1,04 juta metrik ton kedelai AS, yang menunjukkan tanda-tanda permintaan Tiongkok yang menguat.
BACA JUGA: Inovasi PTPN V Tanggulangi Hama Penggangu Produktivitas Sawit Melalui Musuh Alami
Merujuk Departemen Pertanian AS (USDA) tercatat diperkiraan produksi kedelai menjadi 4,129 miliar gantang dari perkiraan bulan Oktober sebesar 4,104 miliar.
Masih dilansir Reuters, ekspor kedelai India kemungkinan akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang karena kekhawatiran atas produksi kedelai di negara produsen utama, Brasil, yang mengangkat harga global ke level tertinggi dalam dua bulan, mendorong pembeli beralih ke negara Asia Selatan, kata para pejabat industri.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Turun 0,36 Persen Pada Kamis (9/11)
Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 naik 0,4%. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian, DBYcv1, diperdagangkan datar, sementara kontrak minyak sawit DCPcv1 naik 0,8%. (T2)
