Merebaknya benih kelapa sawit asalan atau palsu, seringkali menjadi persoalan utama dari perkebunan kelapa sawit milik petani. Hasil akhirnya, bisa ditebak, sebagian besar produktivitas perkebunan kelapa sawit petani cenderung masih rendah, jauh dari produktivitas hasil panen milik perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Salah satu inisiasi persoalan merebaknya benih palsu ini, diantisipasi Pemerintah Indonesia melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), yang didukung pendanaannya melalui Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BLU BPDPKS), kendati penyerapannya masih terbilang rendah dewasa ini.
