Wilmar Telah Dampingi  1.741 Petani Sawit Swadaya di Jambi

oleh -8.129 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Wilmar untuk InfoSAWIT/ Wilmar Group, telah menjalankan peran penting dalam membantu 1.741 petani kelapa sawit swadaya.

InfoSAWIT, JAKARTA – PT Agrindo Indah Persada (AIP), bagian dari Wilmar Group, telah menjalankan peran penting dalam membantu 1.741 petani kelapa sawit swadaya meraih kelembagaan melalui pendampingan intensif. Upaya ini bertujuan untuk mendukung petani dalam memperoleh sertifikat berkelanjutan, dengan harapan akan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Peran aktif perusahaan dalam memberikan pendampingan telah diakui oleh para petani. Manager Koperasi Perkasa Nalo Tantan (KPNT), Ahmad Fahmi menyatakan, bahwa PT AIP telah membimbing anggota koperasi sejak 2017 untuk memperoleh sertifikat Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

Dengan dukungan perusahaan, KPNT berhasil meraih sertifikat ini pada tahun 2019, menjadikannya koperasi petani swadaya pertama di Jambi yang mengantongi sertifikat ISPO, dan mereka telah berhasil mempertahankan sertifikat tersebut selama empat tahun berturut-turut.

BACA JUGA: Menteri Pertanian RI Dorong Pengembangan Sawit dan Hilirisasi, Perkuat Posisi Industri Sawit

“PT AIP telah mendampingi kami sejak awal, dari mempersiapkan administrasi, membina dan melatih, mendukung pembiayaan hingga kami meraih sertifikat ISPO,” katanya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Selasa (19/12/2023).

Hingga saat ini, PT AIP telah memberikan pendampingan kepada 909 petani anggota KPNT dengan luas lahan mencapai 3,328 hektare. KPNT juga menjadi koperasi petani swadaya pertama di Indonesia yang menerima dana hibah dari pemerintah sebesar Rp 3,3 miliar dan satu unit excavator senilai Rp 1,8 miliar dalam Program Sarana dan Prasarana (SARPRAS) Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Ketua Koperasi Tanjung Sehati Lestari (KTSL), Jalal Sayuti, turut mengakui dampak positif dari pendampingan perusahaan yang dimulai sejak 2022. Melalui pendampingan ini, anggota koperasi berhasil meraih sertifikat ISPO pada tahun yang sama. Saat ini, KTSL memiliki 832 petani anggota yang mengelola kebun kelapa sawit seluas 1.355 hektare.

BACA JUGA: Cargill dan Petani Sawit Swadaya, Lakukan Kolaborasi Inovatif untuk Sawit Berkelanjutan

“Dengan pendampingan dari perusahaan, kami dapat memenuhi kaidah-kaidah berkelanjutan sehingga berdampak pada kesejahteraan petani,” ujar Jalal Sayuti.

Sementara, Manager Pembelian TBS PT AIP, Junaedi, menjelaskan bahwa perusahaan telah menerapkan transparansi skema harga perlakuan yang adil bagi koperasi petani swadaya yang telah bersertifikat ISPO dan Non-ISPO. Skema tersebut juga melibatkan penilaian harga berdasarkan mutu TBS. Selain itu, PT AIP menerapkan jaminan penerimaan TBS petani dalam jangka panjang melalui pola hubungan yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak. “Kami sangat memperhatikan kesejahteraan petani karena mereka merupakan mitra utama perusahaan,” kata Junaedi. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com