InfoSAWIT, JAKARTA – Banyaknya ancaman dan gangguan kepada usaha kebun sawit saat ini, bisa berimplikasi langsung terhadap keberlangsungan usaha kelapa sawit di masa mendatang, praktis penerimaan pajak negara dari sektor ini pun bakal terancam.
M unculnya berbagai gangguan pada usaha perkebunan sawit berdampak pula pada keberlangsungan usaha itu kedepan. Contohnya, di daerah usaha perkebunan kelapa sawit kerap menghadapi banyak persoalan, seperti keamanan serta pungutan “liar” yang kian hari makin membebani pelaku usaha.
Praktis kondisi itu membuat beban pelaku usaha sawit kian berat, apalagi adanya konsep otonomi daerah yang membuka peluang besar bagi hadirnya “raja-raja” kecil yang memiliki kekuasaan besar di daerah.
Misalkan saja di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, sewaktu era Gerakan Aceh Merdeka (GAM), pelaku perkebunan sawit yang sebagian besar berada di pelosok, wajib membayar “upeti” demi keberlangsungan usahanya.
BACA JUGA: Dinas Pertanian Mukomuko Selidiki Dugaan PSR di Lahan Kosong
Maka itu, model pungutan liar itu sudah semestinya pula dipahami oleh aparat petugas pajak yang berada dilapangan supaya tahu betul aliran biaya yang dikeluarkan pelaku usaha.
Pentingnya, pengetahuan petugas pajak terkait biaya-biaya yang dikeluarkan pelaku usaha, lebih ditujukan untuk pengetahuan secara riil besaran pajak dan nilai yang mesti dibayar oleh pelaku usaha sebagai wajib pajak.
Banyaknya pengeluaran “ilegal” tersebut, semakin membuat usaha kelapa sawit tidak menarik lantaran keuntungan yang kian tergerus, akibatnya nilai pembayaran pajak tidak maksimum.
BACA JUGA: Rawa Paya Nie Dilarang Ditanami Sawit, Ini Alasannya
Diperlukan tindakan cepat dan konkrit, bagi pemerintah untuk membuat aturan yang holistik, mengenai industri sawit dari hulu hingga hilir, sehingga dapat menyelesaikan persoalan.
Persamaan persepsi terhadap sesuatu, perlu di lakukan bersama-sama semua pihak yang terkait, supaya tidak berjalan sendiri-sendiri. Sehingga mekanisme prosedur, dapat dibuat berdasarkan pemahaman yang telah didapat dan bersifat integrasi untuk memajukan industri sawit dan bangsa.
