Pemerintah juga mendorong kebijakan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan mendorong petani yang sudah melakukan PSR mampu memenuhi sertifikasi ISPO. “Dana hibah untuk PSR mencapai Rp 30 juta per hektar, dengan maksimal pengajuan untuk 4 hektar untuk saat ini,” kata Eddy dalam informasi yang diperoleh InfoSAWIT.
Selain itu, untuk pengembangan sumber daya manusia, BPDPKS telah menerapkan program pendidikan vokasi dan strata satu (S1), dengan 6.255 siswa/siswi penerima beasiswa, di mana sekitar 3.025 siswa/siswi telah lulus. BPDPKS juga mendukung program penelitian dan pengembangan sektor sawit bekerja sama dengan lembaga penelitian dan pendidikan tinggi di Indonesia.
BACA JUGA: Dana Peremajaan Sawit Rakyat Telah Disetujui Naik Jadi Rp 60 Juta per Hektar
Kuliah umum ini menjadi ajang penting untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai peran strategis mereka dalam mendukung keberlanjutan industri kelapa sawit. Eddy Abdurachman menegaskan komitmen BPDPKS dalam mendukung pendidikan, penelitian, dan pengembangan untuk kemajuan sektor sawit di Indonesia. (T2)
Laporan: Alia Rindu Arsy Al Qadr
