InfoSAWIT, MEDAN – Ratusan petani kelapa sawit dari Provinsi Sumatra Utara dan Aceh mengikuti Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Pola Kemitraan yang diadakan di Medan, Sumatra Utara. Acara ini diselenggarakan oleh Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), PTPN IV PalmCo, serta didukung oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Dengan tema “Pola Kemitraan Menuju Peningkatan Produktivitas Kelapa Sawit Rakyat Berkelanjutan”, kegiatan ini menghadirkan sejumlah pembicara yang membahas kemitraan dan pelaksanaan program PSR di Indonesia. Ketua Umum Aspekpir Indonesia, Setiyono, menyatakan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan informasi kepada petani plasma, Pengurus KUD, dan Lembaga Petani di Sumatra Utara dan Aceh mengenai pelaksanaan program PSR, kendala yang dihadapi, dan upaya percepatan.
“Program PSR ini diharapkan dapat berjalan dengan baik dengan dukungan penuh dari pemerintah, sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani,” ujar Setiyono dikutip InfoSAWIT dari Bisnistoday ditulis Sabtu (22/6/2024).
BACA JUGA: DPR RI Kunjungi PTPN IV untuk Evaluasi Pengembangan Industri Kelapa Sawit
Ia menambahkan bahwa upaya peningkatan kesejahteraan petani sawit melalui program kemitraan dan PSR merupakan bagian penting dari sejarah panjang industri kelapa sawit di Indonesia, yang dimulai sejak era Presiden Soeharto dan terus berkembang hingga saat ini.
Di sisi lain, Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Irwan Paranginangin, menyatakan bahwa PTPN IV PalmCo berkomitmen mendukung pelaksanaan program PSR melalui kemitraan seluas 60.000 hektare yang melibatkan 120.000 petani sawit plasma. “Program ini akan dilaksanakan di seluruh wilayah kerja PTPN Group di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi,” ujarnya.
Irwan menjelaskan bahwa PTPN Group selalu memasukkan PSR dalam rencana jangka panjang perusahaan, mengingat pentingnya program ini dalam mendukung keberlanjutan industri sawit dan pemulihan ekonomi nasional.
BACA JUGA: PT Perkebunan Nusantara IV Mengakselerasi Peremajaan Sawit Rakyat di Sumatera Utara
Direktur Penghimpunan Dana BPDPKS, Sunari, mengungkapkan bahwa hampir separuh (42%) perkebunan kelapa sawit di Indonesia adalah milik petani swadaya, dengan Sumatra dan Kalimantan memiliki luas lahan terbesar. Dari total tutupan sawit yang ada, seluas 2,4 juta hektare memerlukan peremajaan.
