Untuk mewujudkan kemandirian energi berbasis sawit, diperlukan kebijakan yang terarah dan implementasi yang kuat, di antaranya, meningkatkan produktivitas perkebunan melalui intensifikasi dan pemanfaatan teknologi agronomi. Lantas, pemberian pupuk subsidi agar hasil produksi dapat meningkat secara signifikan.
Selanjutnya, memanfaatkan lahan sawit berizin yang belum ditanami dengan percepatan realisasi penanaman. Kemudian, membesarkan peran BUMN dalam industri sawit dengan mengambil alih perusahaan swasta yang bermasalah serta mengelola lahan-lahan yang tidak produktif. Serta, pembangunan infrastruktur pendukung, seperti perbaikan jaringan jalan produksi dan peningkatan kapasitas pabrik biofuel oleh BUMN.
Dengan langkah-langkah ini, Indonesia dapat membangun kemandirian energi berbasis sawit secara berkelanjutan. Namun, kebijakan ini harus diiringi dengan regulasi yang kuat untuk memastikan bahwa pemanfaatan lahan dan sumber daya dilakukan dengan tetap menjaga keseimbangan lingkungan serta kepentingan nasional. Jika dikelola dengan baik, minyak sawit tidak hanya menjadi solusi energi domestik tetapi juga sumber devisa strategis bagi Indonesia di masa depan.
Penulis: Memet Hakim / Pengamat Sosial & Lingkungan sekaligus Dewan Penasihat APIB & APP TNI
Disclaimer: Artikel merupakan pendapat pribadi, dan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis serta tidak ada kaitannya dengan InfoSAWIT.
