InfoSAWIT, JAKARTA – PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) mencatatkan kinerja keuangan yang impresif sepanjang tahun 2024. Di bawah kepemimpinan Mahirudin sebagai Direktur Keuangan, Akuntansi, dan Pajak, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp825,6 miliar atau melonjak 82,7% dibandingkan tahun 2023 yang sebesar Rp452,1 miliar.
Dalam keterangannya, Mahirudin menjelaskan bahwa pertumbuhan laba ini sejalan dengan peningkatan pendapatan dan penurunan beban pokok penjualan. “Ini menjadi bukti efektivitas strategi efisiensi operasional yang diterapkan perseroan,” ujarnya, dalam acara Press Conference Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Teladan Prima Agro Tbk., dihadiri InfoSAWIT, Kamis lalu di Jakarta.
Laba sebelum pajak penghasilan pada 2024 juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 70,4% menjadi Rp1,06 triliun, dari sebelumnya Rp621,1 miliar pada tahun 2023. Sementara itu, EBITDA tercatat mencapai Rp1,309 triliun, naik 4,3% dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara neraca, total aset perusahaan meningkat 4,4% menjadi Rp5,7 triliun. Di sisi lain, total kewajiban mengalami penurunan sebesar 15% menjadi Rp2,5 triliun. Penurunan terbesar terjadi pada kewajiban jangka panjang kepada bank, sejalan dengan langkah strategis perusahaan untuk membangun fleksibilitas keuangan.
Total ekuitas perusahaan pada akhir 2024 mencapai Rp3,1 triliun, naik 27,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama didorong oleh lonjakan laba bersih yang dibukukan perusahaan.
Namun demikian, saldo kas dan setara kas pada akhir 2024 tercatat menurun menjadi Rp486,6 miliar dari Rp583,3 miliar di tahun sebelumnya. Penurunan ini sebagian besar berasal dari aktivitas investasi pada aset tetap, termasuk pengembangan infrastruktur penunjang serta pembelian mesin dan peralatan produksi.
BACA JUGA: Menimbang Arah Baru ISPO dalam Perpres Nomor 16 Tahun 2025
Dari sisi pendanaan, mayoritas dana digunakan untuk pembayaran pokok utang bank dan distribusi dividen kepada pemegang saham.
Dengan capaian ini, PT Teladan Prima Agro menunjukkan konsistensinya dalam menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika industri kelapa sawit nasional. Perseroan optimis menghadapi tahun-tahun mendatang dengan fokus pada efisiensi operasional, penguatan struktur keuangan, serta pengembangan bisnis yang bertanggung jawab. (T2)
