Syahrial juga menegaskan bahwa kelapa sawit merupakan komoditas strategis dalam menjawab tantangan ketahanan pangan dan energi global. “Sebagai produsen sawit terbesar dunia, Indonesia harus memastikan SDM sawitnya mampu menjaga keberlanjutan, produktivitas, dan kemandirian sektor ini,” tegasnya.
Pelatihan gelombang kedua ini melanjutkan sukses gelombang pertama yang digelar pada 13–16 Mei lalu. Secara keseluruhan, PT DGL ditargetkan menyelenggarakan 12 kelas pelatihan di tiga provinsi Riau, Kalimantan Utara, dan Sumatera Selatan.
Dengan kolaborasi erat antara BPDPKS, Ditjenbun, pemerintah daerah, dan pelaksana pelatihan, kegiatan ini diharapkan mampu mencetak pemimpin-pemimpin lokal yang siap menggerakkan transformasi sektor sawit rakyat menuju masa depan yang berkelanjutan. (T2)
