Secara keuangan, total aset DSNG tumbuh 0,8% YoY menjadi Rp17,5 triliun, sementara liabilitas menurun 7% berkat pelunasan utang bank. Hal ini mengangkat ekuitas perusahaan menjadi Rp10,6 triliun, meningkat 6,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja konsisten DSNG kembali mendapat pengakuan bergengsi. Pada kuartal II 2025, DSNG untuk kedua kalinya masuk dalam daftar Fortune Top 500 Southeast Asia, sebagai salah satu perusahaan dengan kinerja pendapatan dan profitabilitas terbaik di kawasan.
DSNG juga tercatat dalam berbagai indeks saham unggulan Bursa Efek Indonesia, antara lain IDX80, KOMPAS100, BISNIS-27, PEFINDO I-GRADE, SRI-KEHATI, ESGS KEHATI, ESGQ KEHATI, IDXVESTA-28, IDXSHAGROW, dan JII70—yang mencerminkan komitmen DSNG terhadap kinerja berkelanjutan dan tata kelola perusahaan yang baik.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 30 Juli – 5 Agustus 2025 Naik Rp68,28 per Kg
Dengan kombinasi kinerja finansial yang solid, strategi bisnis yang adaptif, serta komitmen terhadap keberlanjutan, DSNG terus memperkuat posisinya sebagai pemain terkemuka di industri kelapa sawit dan produk berbasis kayu di Indonesia. (T2)
