InfoSAWIT, KUALA LUMPUR — Stok minyak sawit mentah (CPO) Malaysia diperkirakan melonjak untuk bulan kelima berturut-turut pada Juli 2025, menyentuh level tertinggi dalam hampir dua tahun terakhir. Kenaikan ini terjadi seiring dengan meningkatnya produksi yang melampaui pertumbuhan ekspor, demikian menurut survei Reuters yang dirilis Senin (4/8).
Berdasarkan estimasi median dari 11 pelaku industri — termasuk pedagang, analis, dan perusahaan perkebunan — stok sawit Malaysia diperkirakan naik 10,8% menjadi 2,25 juta metrik ton dibandingkan bulan sebelumnya.
Produksi CPO juga menunjukkan tren positif, diproyeksikan mencapai 1,83 juta metrik ton, naik sekitar 8% dari bulan Juni dan mencatatkan angka tertinggi dalam setahun, setelah sempat turun pada bulan sebelumnya.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kaltim Periode II-Juli 2025 Naik Rp115,4 per Kg
Menurut Anilkumar Bagani, Kepala Riset di perusahaan broker minyak nabati Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, lonjakan stok disebabkan oleh peningkatan produksi dan penyesuaian dalam data konsumsi domestik. Namun, ia menilai angka di atas dua juta ton selama musim panen puncak masih dalam batas wajar, terutama mengingat pasokan ekspor sawit dari Indonesia cenderung terbatas karena kebijakan mandatori B40 (campuran 40% biodiesel dari sawit).
“Meski begitu, minyak sawit tetap harus bersaing ketat dengan minyak kedelai dari Amerika Selatan dan kawasan Laut Hitam yang mengalami panen melimpah musim ini,” ujar Bagani seperti dilansir Reuters, Senin (4/8/2025).
Sementara itu, ekspor produk sawit Malaysia pada Juli diperkirakan tumbuh 3,2% menjadi 1,3 juta metrik ton, membalikkan penurunan pada bulan sebelumnya. Namun, laju ekspor ini dibayangi oleh langkah agresif Indonesia yang menjual sawit dengan harga diskon menjelang kenaikan tarif ekspor pada Agustus.
BACA JUGA: Reformasi Tata Kelola Kawasan Hutan Perlu Hukum yang Menyeluruh dan Berkeadilan
“Indonesia berusaha memaksimalkan pengiriman ekspor sebelum tarif baru diberlakukan, sehingga menekan harga dan membatasi ruang ekspor Malaysia,” jelas Tajgir Rahman, General Manager bidang perdagangan dan pengadaan di IFFCO.
Adapun data resmi bulan Juli dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB) dijadwalkan dirilis pada 11 Agustus mendatang.
Perkiraan Rinci Juli 2025 (dalam metrik ton):
Produksi: 1.792.000 – 1.865.000 (median: 1.827.695)
Ekspor: 1.146.012 – 1.500.000 (median: 1.300.000)
Impor: 25.000 – 85.000 (median: 60.000)
Stok Akhir: 2.099.580 – 2.490.312 (median: 2.250.000)
Dengan stok resmi Juni sebesar 2.030.580 ton, ditambah estimasi produksi dan impor bulan Juli, total pasokan sawit Malaysia diperkirakan mencapai 3,918 juta ton. Berdasarkan median ekspor dan proyeksi stok akhir, konsumsi domestik diperkirakan berada di kisaran 368.275 ton. (T2)
