InfoSAWIT, JAKARTA — PT PLN (Persero) mencatat sejarah baru dengan mengoperasikan co-firing Bio Compressed Natural Gas (BioCNG) berbahan baku limbah kelapa sawit pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Belawan, Sumatera Utara. Langkah ini menandai pemanfaatan perdana BioCNG sebagai energi terbarukan di Indonesia.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyambut baik terobosan tersebut. “Saya sangat mengapresiasi co-firing BioCNG pertama di Indonesia ini sebagai upaya membangun energi baru terbarukan di sektor pembangkitan. Inovasi ini akan menambah bauran EBT khususnya di Sumatera Utara,” ujarnya dilansir InfoSAWIT dari Antara, Senin (18/8/2025).
Pengoperasian perdana BioCNG ini sekaligus menjadi kado peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, serta tonggak penting dalam diversifikasi energi bersih untuk mendukung target Net Zero Emissions (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.
BACA JUGA: PalmCo Ajak Petani Sawit dari Berbagai Daerah, Dorong Produktivitas Nasional Lewat PSR
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa PLN akan terus mengoptimalkan potensi energi lokal. “Melalui pemanfaatan energi terbarukan ini, kami tidak hanya menghadirkan listrik ramah lingkungan, tetapi juga memperkuat kedaulatan energi, menciptakan lapangan kerja baru, dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
BioCNG yang digunakan di PLTGU Belawan berasal dari pengolahan limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME). Sebagai produsen sawit terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengubah limbah sawit menjadi sumber energi terbarukan yang berkelanjutan.
Manfaatnya tidak hanya mengurangi ketergantungan pada energi fosil, tetapi juga mendorong peningkatan pendapatan petani, membuka peluang usaha pengolahan lokal, serta mengurangi pencemaran lingkungan di sekitar perkebunan.
BACA JUGA: Dari Ruang Kelas ke Kebun Sawit, Panduan Menjadi Planter Unggul
Produksi Bersih hingga 478 GWh per Tahun
Direktur Teknologi, Enjiniring, dan Keberlanjutan PLN, Evy Haryadi, menyebutkan potensi pemanfaatan BioCNG di Sumatera Utara mampu menghasilkan listrik bersih hingga 478 gigawatt hour (GWh) per tahun.
“Dengan integrasi BioCNG, PLN berhasil mengurangi emisi karbon hingga 80 ribu ton per tahun dan menghemat biaya bahan bakar setara Rp48 miliar per tahun,” ujarnya.
PLTGU Belawan sendiri memiliki kapasitas terpasang 1.184 MW, menyumbang 10,96 persen pasokan listrik di Sumatera dan 30,75 persen untuk wilayah Sumatera Bagian Utara. Sepanjang 2024, program co-firing biomassa PLN telah menghasilkan 854 ribu MWh, dan angka itu diproyeksikan meningkat seiring pemanfaatan BioCNG.
BACA JUGA: Diplomasi Senyap di Bawah Rindang Sawit
Melalui inisiatif ini, PLN menunjukkan kesiapan teknologi dan komitmen penuh untuk mempercepat transisi energi bersih, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta mengembangkan energi terbarukan yang berkelanjutan bagi masa depan Indonesia. (T2)
