InfoSAWIT, JAKARTA – Universitas Teuku Umar (UTU) resmi menjalin kerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dalam Program Beasiswa Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut berlangsung di Mövenpick Hotel, Jakarta, pada Selasa (20/8), bersama 41 perguruan tinggi akademik dan vokasi dari seluruh Indonesia.
Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurrachman, menegaskan bahwa program ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM sawit. “Kami berharap program ini mampu mencetak generasi unggul dan profesional untuk memperkuat daya saing industri sawit Indonesia di masa depan,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri agar program berjalan berkelanjutan serta memberi kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
UTU, Satu-satunya PTA di Aceh
Keterlibatan UTU dalam program ini memiliki makna khusus. UTU menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Akademik (PTA) di Provinsi Aceh yang dipercaya menyelenggarakan pendidikan SDM sawit melalui jalur beasiswa.
BACA JUGA: BPDP Dukung Produksi CPO Tembus 60 Juta Ton pada 2030
Rektor UTU, Prof. Ishak Hasan, hadir langsung dalam penandatanganan didampingi dosen Program Studi Agroteknologi, Maulidil Fajri. Menurutnya, kerja sama ini merupakan peluang besar bagi mahasiswa UTU, khususnya di bidang agroteknologi. “Program ini membuka kesempatan mahasiswa untuk memperluas wawasan dan keterampilan di bidang perkebunan berkelanjutan,” kata Prof. Ishak, dikutip InfoSAWIT dari UTU pada Kamis (21/8/2025).
Ia menegaskan, keberhasilan program beasiswa bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan juga tanggung jawab kolektif seluruh civitas akademika UTU. Ketua Jurusan Agroteknologi akan memimpin kelas SDM Sawit, dengan fokus pada pengelolaan akademik, kurikulum, hingga pendampingan mahasiswa penerima beasiswa.
Lebih dari sekadar pembiayaan kuliah, program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas akademik, penelitian, hingga pengabdian masyarakat yang relevan dengan industri sawit. Di UTU, kelas khusus SDM Sawit akan dikelola di bawah koordinasi Dr. Abdul Latif, MP., guna memastikan implementasi program berjalan efektif dan memberi manfaat maksimal bagi mahasiswa.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalteng Periode I-Agustus 2025 Naik Rp. 3.435,56 per kg
Prof. Ishak menegaskan, UTU berkomitmen mendukung penuh agar program ini sukses. “Kami ingin memastikan mahasiswa tidak hanya mendapatkan pendidikan berkualitas, tetapi juga siap menghadapi kebutuhan industri kelapa sawit,” ujarnya.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari agenda nasional BPDPKS dalam mendorong komoditas perkebunan yang BAIK (Bersih, Akuntabel, Integritas, dan Kesempurnaan), dengan target melahirkan SDM unggul untuk memperkuat daya saing sawit Indonesia di masa mendatang. (T2)
