InfoSAWIT, JAKARTA – Asian Agri terus memperkuat posisinya sebagai penyedia benih sawit unggul melalui varian terbaru, Topaz GT. Benih ini diklaim mampu menghasilkan hingga 40 ton tandan buah segar (TBS) per hektare per tahun, sekaligus menawarkan ketahanan lebih baik terhadap serangan ganoderma, penyakit yang selama ini menjadi momok perkebunan sawit nasional.
Keunggulan Topaz GT tidak hanya terletak pada produktivitasnya. Benih ini dirancang untuk bisa tumbuh optimal di berbagai kondisi, mulai dari dataran subur hingga lahan marginal yang berbukit dan miskin hara. Dalam pengelolaannya, Asian Agri menganjurkan jarak tanam 130 pokok per hektare untuk lahan berbukit, serta maksimal 143 pokok per hektare untuk lahan datar. Aturan ini penting guna mencegah etiolasi, atau pertumbuhan pohon yang terlalu tinggi dan kurus akibat kurang cahaya.
“Kalau terlalu rapat, tanaman bisa bersaing berebut sinar matahari. Akibatnya, malah menghambat pertumbuhan dan produksi,” jelas Husen, perwakilan Asian Agri.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Naik ke US$ 954,71/MT, Bea Keluar Ditahan di US$ 124/MT, PE Dikenakan 10%
Dengan perawatan intensif, setiap pohon sawit Topaz mampu menghasilkan rendemen minyak rata-rata 28 persen, angka yang termasuk tinggi di industri sawit Indonesia.
Jejak Topaz di Nusantara
Tercatat benih sawit Topaz telah menyebar luas di berbagai sentra sawit, mulai dari Lampung, Riau, Jambi, Aceh, Kalimantan, hingga Sulawesi Barat dan Tengah. Bukan hanya ditanam di kebun internal perusahaan, benih ini juga semakin diminati petani swadaya maupun mitra eksternal.
“Sudah banyak yang panen, hasilnya menggembirakan. Topaz kian dikenal sebagai benih unggul yang tahan banting dan menguntungkan,” ujar Husen.
BACA JUGA: Awas Jangan Dipangkas, Pakis Nephrolepis Biserrata Justru Bermanfaat di Kebun Sawit
Selain kualitas benih, Asian Agri juga menonjolkan komitmen pelayanan purna jual. Petani yang membeli benih langsung dari perusahaan akan mendapat pendampingan sejak pembibitan hingga panen.
“Kalau ada masalah, cukup kirim video atau telepon. Kami langsung bantu carikan solusi. Kami tidak lepas tangan setelah penjualan,” tegasnya.
Untuk memperoleh benih Topaz, petani wajib memenuhi syarat administrasi sesuai Keputusan Menteri Pertanian Nomor 4 Tahun 2005. Cukup dengan menunjukkan surat kepemilikan tanah, kartu keluarga, dan dokumen pendukung lainnya, petani sudah bisa mendapatkan benih Topaz dengan jumlah minimal 500 butir.
BACA JUGA: Dasbor Nasional Dituntut Jadi Pintu Ekspor Komoditas Berkelanjutan Indonesia
Husen mengingatkan agar petani membeli benih hanya melalui jalur resmi. Pasalnya, pembelian lewat pihak ketiga rawan penipuan dan berisiko menghilangkan akses layanan purna jual.
“Kami sangat menyarankan beli langsung ke kami. Selain aman, juga ada diskon khusus untuk pembelian dalam jumlah besar,” pungkas Husen. (T2)
