InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) ditetapkan Rp. 13.800/kg pada Kamis (13/11/2025), dengan demikian harga CPO tercatat naik Rp. 25/Kg atau naik sekitar 0,18% dibandingkan harga CPO pada Rabu (12/11/2025) yang mencapai Rp. 13.775/Kg.
Dari informasi yang didapat InfoSAWIT dari KPBN, harga CPO Franco Dumai ditetapkan Rp. 13.800/Kg. Harga CPO Teluk Bayur ditetapkan Rp. 13.670/Kg. Franco harga CPO Pelaihari dibuka Rp. 13.246/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 12.689/kg.
Sementara dilansir Reuters, harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia melemah tipis pada perdagangan Kamis (13/11/2025), tertekan oleh meningkatnya ekspektasi produksi dan pelemahan harga palm olein di bursa Dalian.
BACA JUGA: Uji Coba B50 Siap Diperluas, ESDM Tetap Perhatikan Hasil Evaluasi uji Lapangan dan Keekonomian
Harga kontrak berjangka acuan CPO untuk pengiriman Januari di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun RM 4 per ton atau turun 0,1% menjadiRM 4.120 per ton (sekitar US$975,38) pada sesi perdagangan tengah hari.
Sementara, pejabat industri dan perdagangan memperkirakan, produksi minyak sawit mentah Malaysia akan melampaui 20 juta ton untuk pertama kalinya pada 2025. Kenaikan ini didukung oleh kondisi cuaca yang kondusif, membaiknya ketersediaan tenaga kerja, serta hasil kebun dari tanaman baru yang mulai produktif.
Lantas, Indonesia — produsen minyak sawit terbesar dunia — juga mencatat lonjakan signifikan. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, menyebut bahwa produksi nasional periode Januari hingga September 2025 telah menembus 43 juta ton, atau naik 11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
BACA JUGA: Wamenlu: Standar Keberlanjutan Harus Bersifat Universal, Bukan Hanya Nilai Barat
Di pasar lain minyak nabati lain, kondisi pasar regional turut memberi tekanan tambahan. Di bursa Dalian Commodity Exchange, kontrak paling aktif untuk palm olein turun 0,14%, sementara kontrak minyak kedelai (soyoil) justru naik 0,31%.
Adapun di Chicago Board of Trade (CBOT), harga soyoil menguat 0,3%, yang menandakan pergerakan berbeda antara minyak nabati global akibat faktor permintaan dan kebijakan ekspor negara produsen utama.
Berikut Tender KPBN (Rp.Kg), Excld PPN pada Kamis (13/11/2025):
BACA JUGA: Menko Airlangga Hartarto: Industri Sawit Jadi Pilar Ekonomi Nasional di Tengah Ketidakpastian Global
CPO_____
Franco Dumai Rp. 13.800-IBP, EUP
Franco Teluk Bayur Rp. 13.670-WIRA
Loco Pelaihari Rp. 13.246 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 12.689-WNI
CPKO_____
Franco Dumai Rp. 26.016 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 25.100-PAA
(T2)
