Arah Baru Keberlanjutan: Dari Kepatuhan ke Kontribusi
Soal keberlanjutan, CPOPC menggarisbawahi pentingnya pergeseran pendekatan: dari sekadar “kepatuhan” menuju “kontribusi”. Artinya, agenda keberlanjutan harus memperkuat—bukan melemahkan—ketahanan pangan serta keandalan pasokan bagi negara importir seperti Pakistan.
Meski pasokan minyak sawit bersertifikat berkelanjutan kini telah mencapai lebih dari 20% suplai global, Sekjen CPOPC menilai perlu pendekatan yang lebih inklusif, termasuk pengakuan kemajuan standar nasional serta dukungan nyata bagi smallholders, agar tidak muncul friksi baru dalam perdagangan.
Dalam konteks ini, kerja sama Pakistan dengan negara produsen selama lebih dari lima dekade dinilai menjadi contoh bahwa keberlanjutan, keterjangkauan, dan stabilitas pasar bisa berjalan bersamaan jika dibangun lewat kepercayaan dan transparansi.
BACA JUGA: GAPKI Dorong Intensifikasi Ketimbang Ekspansi Sawit Baru di Papua
Sebagai bagian dari misi, delegasi CPOPC juga melakukan kunjungan kehormatan ke perwakilan diplomatik Indonesia dan Malaysia di Karachi. Pertemuan dilakukan dengan, Duta Besar RI untuk Pakistan, Chandra W Sukotjo, Konsul Jenderal RI di Karachi, Muzakir serta Konsul Jenderal Malaysia di Karachi, Herman Hardynata Ahmad.
Diskusi difokuskan pada upaya memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan minyak sawit di Pakistan, meluruskan informasi keliru terkait isu sawit dan iklim, serta menegaskan posisi Pakistan sebagai pasar jangka panjang yang sangat penting bagi produsen.
Peran Anak Muda Pakistan: #YoungElaeis Ambassador Diperkenalkan
CPOPC juga memanfaatkan misi ini untuk memperkenalkan secara resmi Pakistan’s #YoungElaeis Ambassador, yakni Muhammad Awais Shahid, kepada para pelaku industri. Langkah ini menandai semakin terbukanya ruang peran generasi muda Pakistan dalam membangun dialog konstruktif mengenai minyak sawit.
BACA JUGA: Kenanga Ramal Harga CPO 2026 Bertahan di RM4.000 per Ton, Pasokan Global Masih Ketat
Melalui konten digitalnya, Awais disebut aktif menghadirkan narasi berbasis data dan sains. Dalam salah satu videonya, ia menjelaskan manfaat nutrisi minyak sawit merah (red palm oil) yang kaya beta-karoten alami, yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A.
CPOPC menilai gerakan ini memperlihatkan bahwa masa depan komunikasi minyak sawit tidak hanya dibentuk institusi, tetapi juga oleh suara anak muda yang mengedepankan pengetahuan, transparansi, dan literasi publik.
Asia Kian Dominan, Kemitraan Jadi Kunci
Misi CPOPC ke Karachi menegaskan bahwa stabilitas pasar minyak sawit global tidak bisa dilepaskan dari hubungan saling percaya antara produsen dan konsumen. Dengan Asia sebagai pusat pertumbuhan permintaan, kemitraan lintas negara akan menjadi faktor penentu agar pasokan tetap terjaga, harga stabil, dan ketahanan pangan semakin kuat.
BACA JUGA: Denda Triliunan Satgas PKH, Bom Waktu yang Mengancam Industri Sawit
Bagi CPOPC, Pakistan bukan sekadar pembeli. Pakistan adalah bagian dari poros utama masa depan minyak sawit di Asia—dan itu berarti masa depan pasar minyak sawit dunia. (T2)
