LinkAR Borneo Sebut PT ESR Diduga Lakukan Deforestasi Hampir 1.000 Ha dan Ancaman Habitat Orangutan

oleh -2.584 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/LinkARBorneo adakan audensi dengan pemerintah setempat.

Situasi lapangan turut memperlihatkan konflik horizontal di Dusun Ngaung Keruh. Masyarakat adat Dayak Iban Menua Ngaung Keruh yang telah diakui melalui SK Bupati dan penetapan hutan adat, menyoroti dugaan klaim perorangan atas wilayah komunal disertai tawaran kerja, plasma, dan ganti tanah.

Selain itu, masyarakat menyoroti lemahnya pemenuhan prinsip PADIATAPA/FPIC. Dari sisi legalitas, PT ESR disebut baru memiliki IUP dan belum mengantongi HGU.

“Tanpa pemenuhan PADIATAPA dan dengan status HGU yang belum ada, aktivitas pembukaan lahan semestinya ditinjau ulang agar tidak memperparah konflik serta kerusakan ekologis,” tutup Tim Riset LinkAR Borneo.

Sejumlah rekomendasi pun mengemuka, antara lain penghentian sementara pembukaan lahan, evaluasi izin, audit lingkungan-sosial independen, perlindungan hak masyarakat adat, pemenuhan FPIC, serta penegakan hukum tegas. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com