Sangeetha meyakini bahwa masa depan komunikasi industri sawit harus berorientasi pada pendekatan digital-first. Ia membayangkan RSPO akan lebih aktif memanfaatkan berbagai medium baru seperti podcast, video, dokumenter hingga film untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Menurutnya, jika industri ingin menceritakan kisah sawit berkelanjutan dengan lebih efektif, maka pendekatan digital harus dimanfaatkan secara maksimal.
Momentum 20 Tahun RSPO
Kehadiran Sangeetha di RSPO juga bertepatan dengan momen penting, organisasi tersebut akan merayakan 20 tahun perjalanan.
Bagi Sangeetha, ini adalah waktu yang tepat untuk mendokumentasikan berbagai pencapaian RSPO selama dua dekade terakhir, sekaligus memperkuat narasi masa depan industri sawit berkelanjutan.
Ia juga menekankan pentingnya melibatkan masyarakat luas, termasuk jutaan warga Malaysia dan Indonesia yang tinggal di negara-negara Barat, sebagai duta alami yang dapat membantu menjelaskan realitas industri sawit.
Di luar pekerjaannya, Sangeetha dikenal sebagai pecinta buku. Salah satu buku yang paling membekas baginya adalah Many Lives, Many Masters karya Brian Weiss—sebuah buku yang bahkan menginspirasinya membentuk klub baca sendiri.
BACA JUGA: Petani Sawit Swadaya Melangkah Lebih Cepat terapkan Standar Berkelanjutan RSPO
Bagi Sangeetha, perjalanan hidup memang seperti buku panjang yang terus ditulis. Dan kini, bab terbarunya sedang dimulai—menceritakan kisah sawit berkelanjutan kepada dunia. (T2)
