InfoSAWIT, SUMATERA UTARA – Upaya meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit terus didorong melalui inovasi berbasis riset. Salah satunya dilakukan oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) melalui kegiatan pelepasan serangga penyerbuk di Unit Marihat.
Dilansir InfoSAWIT dari PPKS, pada Minggu (12 April 2026), kegiatan tersebut menjadi bagian dari Forum Nasional Kelapa Sawit yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan industri sawit nasional.
Serangga penyerbuk yang dilepas diketahui berasal dari Tanzania dan telah melalui serangkaian proses penelitian serta pengujian sebelum diperkenalkan ke lingkungan perkebunan. Langkah ini bertujuan memperkuat proses penyerbukan alami pada tanaman kelapa sawit.
BACA JUGA: Ganoderma di Perkebunan Sawit: Mitos Peran Ternak dan Fakta Penyebaran Spora
Dalam praktik budidaya sawit, proses penyerbukan memiliki peran krusial dalam pembentukan buah. Keberhasilan penyerbukan secara langsung berdampak pada tingkat produktivitas dan hasil panen. Oleh karena itu, optimalisasi penyerbukan dinilai menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kinerja produksi di sektor perkebunan.
PPKS menilai introduksi serangga penyerbuk ini dapat menjadi solusi nyata dalam menghadapi tantangan produktivitas sawit ke depan, terutama di tengah kebutuhan peningkatan efisiensi dan keberlanjutan industri.
Selain itu, kegiatan ini juga mencerminkan sinergi antara lembaga riset dan pelaku industri dalam mendorong inovasi berbasis ilmu pengetahuan guna mendukung pengelolaan kebun sawit yang lebih produktif dan berkelanjutan.
BACA JUGA: Riau Siap Jadi Pusat Integrasi Sawit dan Sapi, Bidik Investasi Agroindustri Berkelanjutan
PPKS bersama GAPKI turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut, serta mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendukung pengembangan inovasi di sektor perkebunan kelapa sawit. (T2)
