Sawit 2,3 Juta Hektar: Ambisi Besar, PR Lama yang Belum Tuntas

oleh -337 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Penulis/ Pramono Dwi Susetyo - Pernah bekerja di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Banyak kebun sawit Indonesia berdiri di atas bentang gambut. Dan tidak semuanya gambut tipis yang masih relatif layak dibudidayakan. Sebagian besar justru berada di gambut sedang hingga sangat tebal—ekosistem yang menyimpan karbon dalam jumlah luar biasa besar.

Riset yang diterbitkan Nature Sustainability pada 18 November 2021 menunjukkan wilayah gambut di Kalimantan dan Papua termasuk kawasan dengan konsentrasi karbon tertinggi di bumi. Jika karbon itu terlepas akibat drainase, kebakaran, atau konversi lahan, dampaknya bukan lagi lokal, melainkan global.

Pemulihannya pun bukan hitungan tahun, melainkan berabad-abad.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 29 April –  5 Mei 2026 Turun Rp102,1 per Kg  

Di Sumatera, diperkirakan tidak kurang dari 3,27 juta hektare kebun sawit berada di gambut sedang hingga sangat tebal. Di Kalimantan, angkanya sekitar 4,53 juta hektare.

Secara total, kebun sawit di lahan gambut yang berpotensi mengancam cadangan karbon diperkirakan mencapai 7,82 juta hektare, atau sekitar 53,56 persen dari total areal sawit nasional.

Dengan komposisi seperti ini, ekspansi sawit tanpa disiplin spasial berpotensi menjadi bom karbon.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau 29 April – 5 Mei 2026 Turun Rp42,14 per Kg

 

Masih Adakah Ruang? Ada. Tapi…

Secara teoritis, ruang untuk ekspansi masih tersedia.

Data The State of Indonesia’s Forest (SOFO) 2020 menunjukkan Indonesia masih memiliki 10,2 juta hektare hutan produksi yang dapat dikonversi (HPK) yang secara administratif bisa dialokasikan untuk pembangunan non-kehutanan, termasuk perkebunan.

Jika hanya 30 persen saja dimanfaatkan, ada sekitar 3 juta hektare ruang baru—bahkan melampaui target 2,3 juta hektare.

BACA JUGA: Astra Agro Dorong Kesiapsiagaan Cegah Karhutla di Riau, Perkuat Tata Kelola Gambut

Potensi tambahannya signifikan: sekitar 25 juta ton produksi sawit per tahun.

Tetapi pengalaman masa lalu memberi pelajaran mahal.

Pemerintah pernah mencabut izin sawit seluas 1,788 juta hektare milik 137 perusahaan di 19 provinsi, mulai dari Papua, Papua Barat, Kalimantan Tengah, hingga Sumatera, karena berbagai pelanggaran—dari penyalahgunaan izin hingga dugaan pemanfaatan kawasan untuk kepentingan lain, termasuk tambang.


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com