Langkah itu mungkin masih sangat awal. Tetapi setidaknya ada upaya memperkenalkan bahwa keberlanjutan sawit tak hanya bicara lingkungan, melainkan juga martabat pekerja.
Gerakan itu kemudian berlanjut melalui GEBIE (Gender Equality in Business Initiatives Enthusiast) pada 2025. Fokusnya perlindungan pekerja perempuan di sektor usaha. Inisiatif ini dipimpin anggota DPD RI asal Sumatera Selatan, dr. Ratu Teny Leriva.
Semua itu menunjukkan bahwa Sumatera Selatan terus bergerak mencari bentuk baru industri sawit yang lebih berkelanjutan.
BACA JUGA: Impor CPO India Anjlok 26 Persen pada April 2026, Tekan Pasar Minyak Sawit Global
Mungkin memang sudah waktunya Palembang kembali membuka lembar sejarahnya sendiri. Bukan untuk merebut panggung dari daerah lain, melainkan untuk mengingat bahwa di tanah ini pernah tumbuh akar penting perjalanan sawit Indonesia.
Pohon sawit boleh menjulang tinggi di Deli. Tapi sebagian akarnya pernah lebih dulu mencengkeram tanah Palembang. Dan mungkin, dari akar yang lama tersembunyi itulah, masa depan baru sawit Indonesia bisa kembali disusun. (*)
Penulis: Oleh: Sumarjono Saragih /Ketua APINDO Sumatera Selatan /Chairman Founder WISPO (Worker Initiatives for Sustainable Palm Oil)
Disclaimer: Artikel merupakan pendapat pribadi, sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis dan tidak ada kaitannya dengan InfoSAWIT.
