Mewakili Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian RI, Koordinator Pengembangan Kelapa Sawit Mula Putra menyampaikan apresiasi kepada DGL Learning Institute atas pelaksanaan program hasil usulan tahun 2025 tersebut.
Ia menilai Bengkulu merupakan salah satu daerah penyangga produksi sawit nasional. Meski demikian, produktivitas perkebunan rakyat yang saat ini masih berada pada kisaran 3,3–3,5 ton per hektare masih memiliki peluang besar untuk ditingkatkan hingga mendekati potensi optimal.
Mula Putra menjelaskan bahwa BPDP memiliki tiga program strategis, yakni Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Sarana dan Prasarana, serta Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit. Dari ketiga program tersebut, pengembangan sumber daya manusia menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan pembangunan perkebunan karena berkaitan langsung dengan kompetensi para pekebun.
BACA JUGA: Prof Hariyadi: Intensifikasi Lahan Jadi Kunci Sawit Berkelanjutan, Bukan Perluasan Areal
Selain membekali peserta dengan keterampilan teknis seperti budidaya, panen dan pascapanen, teknik pemetaan, hingga implementasi ISPO, program ini juga memperkuat kemampuan nonteknis melalui pelatihan kepemimpinan, komunikasi, serta penguatan kolaborasi antarpekebun.
Ia berharap seluruh peserta dapat menyerap materi secara maksimal, aktif berdiskusi selama pelatihan, kemudian menerapkan ilmu yang diperoleh di kebun masing-masing sekaligus membagikannya kepada pekebun lain agar manfaat program semakin luas.
Mula Putra juga mendorong pemerintah daerah untuk terus melakukan monitoring dan pendampingan pascapelatihan sehingga seluruh materi yang diberikan benar-benar diterapkan di lapangan.
Melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026 ini, BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, dan DGL Learning Institute berharap lahir pekebun sawit yang lebih kompeten, mampu menerapkan praktik budidaya yang baik, memanfaatkan teknologi pemetaan dalam pengelolaan kebun, serta menjadi penggerak peningkatan produktivitas, keberlanjutan, dan kesejahteraan pekebun kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Selatan. (T2)
