Komoditas Minyak Sawit Yang Lagi Naik Daun

oleh -2.758 Kali Dibaca
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT

InfoSAWIT, JAKARTA – Berita yang mengejutkan sekaligus menggembirakan disampaikan oleh Menteri Perdagangan RI, M. Luthfi mengumumkan belum lama ini bahwa neraca perdagangan RI mengalami surplus dengan mencapai rekor tertinggi senilai 35,34 millar dollar AS sejak tahun 2004-2021. Surplus neraca perdagangan tahun 2021 disumbangkan oleh 5 komoditas utama, yakni batu bara, CPO (minyak sawit) dan turunannya, besi dan baja, otomatif dan suku cadang (spare part) dan yang terakhir barang elektronik. Yang menarik adalah dari lima komoditas unggulan ekspor tersebut adalah ekspor minyak sawit dan turunannya menjadi andalan pemasukkan  devisa negara bagi pemerintah saat ini.

Kontribusi pasar minyak kelapa sawit berkisar 35-40 persen dari total pasar minyak nabati dunia. Tahun 2021, nilai ekspor minyak kelapa sawit diperkirakan mencapai lebih dari 20 miliar dollar AS meningkat  155 persen dibandingkan tahun lalu. Bagi Indonesia , minyak sawit adalah penyumbang devisa ekspor non migas terbesar senilai 27,3 miliar dollar AS selama periode Junuari- Oktober 2021. Ekspor minyak kelapa sawit ke Eropa terus meningkat meskipun ada upaya beberapa negara produsen minyak nabati untuk mengeluarkan minyak kelapa sawit dari produk mereka. Minyak sawit (CPO) produk Indonesia merupakan komoditas andalan yang lagi naik daun.

Industri sawit Indonesia mampu menyerap tenaga kerja 16,2 juta orang. Dari statistik perekonomian, komoditas sawit berkontribusi 3.5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), menurunkan inflasi 1,75 persen dan jumlah belanja negara 1,74 persen. Minyak Sawit juga membuat neraca perdagangan positif dan menjadi produk ekspor terbesar non migas. Oleh karenanya, lanjutnya, sektor kelapa sawit yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional perlu dikawal.

BACA JUGA : Mentan: Produksi  CPO Bersertifikat ISPO Capai 22 Juta Ton

Tren Peningkatan Produksi Kelapa Sawit

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi perkebunan kelapa sawit Indonesia melonjak selama lima tahun terakhir. Pada 2019, produksinya mencapai 48,42 juta ton atau meningkat 12,92% dari tahun sebelumnya yakni 42,88 juta ton. Perkembangan produksi kelapa sawit tercatat terus bertambah dari sebesar 31,07 juta ton pada 2015 menjadi 31,49 juta ton setahun setelahnya. Lonjakan tertinggi pada 2017-2018 yakni dari 34,94 juta ton menjadi 42,88 juta ton atau naik sekitar 22,72%.

Sementara itu, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menyatakan, produksi kelapa sawit pada tahun 2020 masih berada di atas rata-rata produksi tahunan, meskipun tahun lalu berbagai sektor industri terpukul oleh pandemi Covid-19. Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurachman mengatakan, sepanjang tahun 2020 produksi kelapa sawit mencapai 51,58 juta ton, lebih tinggi dari rata-rata tahunan sebesar 37,57 juta ton. Selain itu pada tahun 2019, produksi kelapa sawit juga masih menyisakan stok sebesar 4,6 juta ton.

Meskipun demikian, pandemi Covid-19 berdampak terhadap ekspor salah satu komoditas andalan RI itu. Tercatat sepanjang tahun 2020 lalu realisasi volume ekspor minyak sawit hanya mencapai 34 juta metrik ton, turun 9% dibanding tahun sebelumnya. Akan tetapi, nilai ekspor dari komoditas itu justru mengalami kenaikan sebesar 13,6% secara tahunan, menjadi 22,97 miliar dollar AS atau setara Rp 321,5 triliun (asumsi kurs Rp 14.000 per dollar AS) pada 2020. Dari sisi nilai ini meningkat, disebabkan kenaikan harga-harga produk kelapa sawit di tahun 2020. Dengan realisasi tersebut minyak kelapa sawit memiliki peranan yang besar terhadap perekonomian nasional. Pasalnya, minyak sawit memiliki rata-rata porsi sebesar 14,19% terhadap total ekspor komoditas non migas nasional.

BACA JUGA : Stok Minyak Sawit Malaysia Mei 2023 Melonjak 12,6 Persen

Produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sepanjang tahun 2021 diperkirakan mencapai 47,47 juta ton dan minyak inti sawit atau palm kernel oil (PKO) mencapai 4,48 juta ton sehingga secara total produksi sebesar 51,95 juta ton. Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Gapki Mukti Sardjono mengatakan, produksi minyak sawit bulan Oktober 2021 mencapai 4,04 juta ton. Angka ini lebih rendah dari pencapaian bulan September 2021 sebesar 4,17 juta ton.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, produksi November dan Desember 2021 diperkirakan akan naik dengan total sekitar 8,58 juta ton dan PKO sekitar 815.000 ton sehingga produksi CPO 2021 diperkirakan mencapai 47,47 juta ton dan PKO mencapai 4,48 juta ton atau total 51,95 juta ton. “Dibandingkan dengan produksi CPO tahun 2020 sebesar 47 juta ton, terjadi kenaikan yang tidak signifikan yaitu sebesar 0,934%. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mengungkapkan sumbangan devisa ekspor minyak sawit di tahun 2021 bisa mencapai sekitar US$ 30 miliar atau sekitar Rp 429,7 triliun. (*)

Penulis: Pramono Dwi Susetyo

Pernah bekerja di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com