InfoSAWIT, JAKARTA – PT Dharma Satya Nusantara Tbk (“Perseroan”, “DSNG”) dalam rangkaian kegiatan Public Expose Live 2022 yang diinisiasi oleh Bursa Efek Indonesia menjelaskan perkembangan usaha sampai dengan semester I tahun 2022, baik kinerja operasional maupun finansial serta pencapaian Environment Social and Govenance (ESG).
Direksi DSNG menjelaskan pada semester kedua 2022 produktivitas kebun DSNG mulai menunjukkan pola peningkatan dibandingkan tahun lalu, setelah dalam 24 bulan sebelumnya masih terdampak oleh El-Nino yang menyebabkan produksi Tandan Buah Segar (TBS) Perseroan, khususnya di area Kalimantan Timur, mengalami penurunan dibandingkan periode tahun sebelumnya.
“Pada semester II tahun 2022, produksi TBS DSNG mulai meningkat, di mana proporsi produksi TBS di semester II 2022 diperkirakan akan mencapai 60% dari total produksi TBS tahun 2022, karena kami telah melewati efek lanjutan El-Nino. Hal ini tentunya berdampak terhadap kenaikan produksi CPO sampai akhir tahun 2022,” kata Direktur DSNG, Albertus Hendrawan, dalam Public Expose tersebut.
BACA JUGA: Kolaborasi Perusahaan Sawit & LPHD, Kembangkan Objek Wisata Lingkungan
DSNG memperkirakan produksi TBS sampai akhir tahun 2022 diperkirakan naik lebih dari 10% year on year dibandingkan 2021.
Sepanjang semester pertama tahun 2022, DSNG membukukan pendapatan sebesar Rp 3,8 triliun, naik sebesar 14,9% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,3 triliun. Penjualan segmen kelapa sawit berkontribusi 80% dari total pendapatan semester I 2022.
BACA JUGA: GAPKI Dorong Komite Perempuan Di Perusahaan Sawit, Bentuk Kesetaraan Gender
Sementara, Profitabilitas Perseroan juga meningkat secara substansial dengan laba tercatat sebesar Rp 467 miliar, naik 119% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan marjin laba 12%, hampir dua kali lipat marjin tahun sebelumnya.
Sampai dengan akhir semester 1 tahun 2022, DSNG mengelola 112.800 hektar total area tertanam untuk inti dan plasma, dengan rata-rata usia tanaman sekitar 13 tahun. (T2)
