InfoSAWIT, JAKARTA – Harga CPO (minyak sawit mentah) di Bursa Berjangka Malaysia tercatat naik untuk sesi ketiga pada Rabu (26/10/2022), akibat pasar mengikuti kenaikan harga minyak nabati lainnya, kendati kegiatan ekspor masih lesu bulan ini.
Dilansir Reuters, kontrak patokan minyak sawit FCPOc3 untuk pengiriman Januari 2023 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 2,25% menjadi RM 4.220 (US$ 892.18) per ton pada awal perdagangan.
Sementara, kontrak soyoil teraktif Dalian DBYcv1 naik 0,95%, lantas untuk kontrak minyak sawit DCPc1 juga tercatat naik 1,44%. Demikian pula harga kedelai di Chicago Board of Trade BOc2 naik 0,27%.
Merujuk laporan Cargo Surveyor Intertek Testing Services, Selasa (25/10/20222), ekspor produk minyak sawit Malaysia untuk periode 1-25 Oktober turun 3,5%, dibandingkan dengan kegiatan ekspor pada periode 1-25 September. Sementara Societe Generale de Surveillance melaporkan pada hari Rabu ekspor turun 0,6%. Lantas, perusahaan inspeksi independen AmSpec Agri Malaysia mencatat ekspor produk minyak sawit pada 1-25 Oktober naik 6,6%.
Analis Teknis Reuters Wang Tao mencatat, harga minyak sawit mungkin akan kembali ke RM 4.114 per ton. (T2)
