InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit di Bursa Berjangka Malaysia pada Selasa (13/12/2022) tercatat meningkat dan memulihkan kerugian sebelumnya, lantaran menguatnya harga minyak mentah dan penurunan harga minyak nabati lain yang terlihat melambat.
Seperti dilansir Reuters, kontrak acuan minyak sawit FCPOc3 untuk pengiriman Februari 2023 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM 123 atau terdapat kenaikan sekitar 3,29% menjadi RM 3.860 (US$ 872,32) per ton pada awal perdagangan. Sebelumya harga kontrak minyak sawit anjlok 6,36% pada Senin (12/12/2022), menjadi penurunan harian tertinggi sejak 28 September lalu.
Sementara kontrak minyak kedelai teraktif di Bursa Dalian dengan kode DBYv1 turun 0,89%, sedangkan kontrak minyak sawit dengan kode DCPv1 turun 0,99%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade BOc2 tercatat naik 0,18%.
Dalam laporan surveyor Intertek Testing Services mencatat, ekspor produk minyak sawit Malaysia periode 1-10 Desember naik 5,6% dibanding bulan lalu pada periode yang sama, sementara AmSpec Agri Malaysia melaporkan kenaikan 14,3%. (T2)
