Pria 47 tahun tersebut mengatakan di antara hubungan kemitraan yang terjalin adalah melalui program pengembangan peternakan sapi terpadu di desa Rimba Makmur. Dari kemitraan tersebut juga mengolah limbah urin sapi di bawah bimbingan Asisten Kepala Rayon B Kebun Tandun, Hari Purwanto, dan telah membuahkan hasil.
Buktinya, dalam sekali panen tahun lalu, peternakan sapi di bawah manajemen Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) telah mengantongi laba bersih Rp 30 juta. Selain itu, peternakan sapi berikut pengembangan pupuk kotoran sapi yang diolah di lahan seluas 7 hektare tersebut berpotensi menghasilkan 1.000 liter pupuk hayati per hari.
“Alhamdulillah, pembinaan yang dilakukan manajemen Tandun PTPN V telah membuahkan hasil. Kini ekonomi desa sudah sangat variatif dan berkembang pesat,” kata dia.
BACA JUGA: Manager ICS Koperasi Sawit Seorang Perempuan, Siapa Takuuut..
Saat ini, terdapat puluhan ekor sapi dengan beragam jenis, mulai dari metal, limosin, brahma, dan juga sapi bali.
Berangkat dari budidaya sapi tersebut, ekonomi desa bergulir dengan cepat. Kini, terdapat tiga program unggulan desa yang sedang berjalan, yakni, budidaya sapi, pengelolaan pupuk hayati, dan ekonomi syariah. (T2)
