Kelak Jendamita banyak membantu Derom dalam mengelola perusahaan keluarga (perusahaan perkebunan kelapa sawit). Mita disela-sela pekerjaan rutin yang dia lakukan selalu berdoa. Dalam kehidupannya, Derom dan Mita telah banyak memberikan sumbangsih untuk kepentingan masyarakat, termssuk membantu GBKP (Gereja Batak Karo Protestan). Mita bersama Derom membangun sarana doa, mereka namakan Taman Doa Sola Gratia (YSG) berlokasi di Durin Simbelang.
Selepas pendidikan formal dan menjadi seorang insinyur, pada tahun 1986, Derom mengikuti Senior Executive Program di Sloan School of Management di Massachusset Institute of Technology (MIT), Boston, Amerika Serikat. Bukan hanya menambah ilmu, di MIT pun Derom mendapat pengalaman batin yang sangat berharga buat kehidupannya di kemudian hari.
Untuk lebih memahami seluk beluk perdagangan Internasional minyak sawit, pada tahun 1993, Derom mendaftar pada kursus FOSFA (Federation of Oils , Seed, and Fats Association) di London, Inggris dengan biaya sendiri. FOSFA beranggotakan berbagai asosiasi produsen dan pedagang di seluruh dunia. FOSFA berpengaruh karena perdagangan sering dilakukan dengan berpedoman pada kontrak yang bernama FOSFA Contract.
BACA JUGA: Mentan SYL Dorong Pelaku Akselerasi Program Peremajaan Hingga Hilirisasi Sawit di Kalsel
Pengetahuan yang Derom dapatkan dari FOSFA sangat berguna baginya dalam memimpin Gapki (Gabungan Pengusaha Kelapa Indonesia).
Derom juga ikut terlibat dalam menyusun standar mutu ekspor bagi beberapa jenis hasil olahan minyak sawit yang berlaku sampai sekarang.
Berbekal pengetahuan dan pengalamannya di bidang sawit, Derom membuka kebun sawit sendiri dan menjalankan jasa konsultan pembangunan pabrik. Sebelumnya Derom sudah sering diminta untuk memberikan jasa konsultan pabrik.
BACA JUGA: Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Naik RM 86 Per ton Pada Kamis (24/8)
Setelah 22 tahun bekerja di Socfindo Derom merasa tujuan hidupnya belum tercapai, maka ia mengundurkan diri dari tempatnya bekerja pada tahun 1989.
Setelah berhenti dari Socfindo, Derom fokus pada perusahaan perkebunan sawit yang dirintisnya yaitu PI Kinar Lapiga dan PT Tara Bintang Nusa serta perusahaan jasa konsultan pabrik (PT Konsultan Tri Upaya). Kemudian ia mengembangkan lagi PT Bukit Mas Sawit Subur. Derom juga dipercayai sebagai komisaris indenpenden PT. Tolan Tiga dari perusahaan Belgia, Sipef. (Bersambung)
Penulis: Maruli Pardamean/Penulis Buku Agribisnis dan Praktisi Kelapa Sawit
