Dalam konteks politik, SPKS juga berharap adanya komitmen dari calon pemimpin nasional untuk mendukung kesejahteraan petani kelapa sawit. Dengan peningkatan dana PSR dan dukungan infrastruktur yang memadai, diharapkan petani dapat mencapai kesejahteraan yang lebih baik di masa depan.
Meskipun proses politik mungkin memerlukan waktu, SPKS menyerukan kepada semua pihak untuk bersabar dan percaya bahwa hasil Pemilihan Umum akan menghasilkan pemimpin yang bertanggung jawab bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sabarudin juga menjelaskan kenaikan dana sawit replanting menjadi Rp. 60 juta per hektar, dapat dilakukan Pemerintah Indonesia, paska proses Pemilihan Umum (PEMILU) usai. Lantaran, menurut diskusi lalu dengan pihak Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, akan mendorong kesejahteraan petani kelapa sawit di Indonesia.
BACA JUGA: Permintaan Diyakini Masih Kuat, Meski Harga Minyak Sawit Tinggi
Serta dipastikan Pasangan Calon Presiden dan wakil Presiden, Ganjar-Mahfud memiliki gagasan yang disepakati, melalui peningkatan dana sawit BPDPKS dari Rp. 30 juta per hektar naik menjadi Rp. 60 juta per hektar. Kenaikan dana sawit ini dapat dilakukan, jika Ganjar-Mahfud terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden 2024. Selain itu, peningkatan dana sarana dan prasarana, dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan lokasi petani kelapa sawit. (T1)
