InfoSAWIT, JAKARTA – Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) telah menjadi tonggak penting dalam kemajuan industri kelapa sawit di Indonesia, memperjuangkan keadilan bagi para petani. Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Indonesia menekankan pentingnya dukungan dari Pemerintah Indonesia untuk memastikan keadilan bagi petani kelapa sawit di tanah air.
Menurut Ketua Umum SPKS, Sabarudin, selama ini petani swadaya seringkali terpinggirkan. Oleh karena itu, PSR menjadi langkah penting dalam memastikan keadilan bagi mereka. Namun, penggunaan dana PSR yang dihimpun oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dinilai masih belum adil bagi petani.
“Saat ini, dana PSR yang diberikan hanya sebesar Rp. 30 juta per hektar, padahal kebutuhan aktual untuk replanting kebun sawit bisa mencapai Rp. 60 juta hingga Rp. 70 juta per hektar,” ungkap Sabarudin dalam keterangannya kepada InfoSAWIT, Selasa (13/2/2024).
BACA JUGA: Jangan Jadikan Kenaikan Dana PSR Rp 60 juta per Hektar, Untuk Kepentingan Pemenangan Pemilu
Lebih lanjut Sabarudin menambahkan bahwa peningkatan dukungan dana PSR menjadi Rp. 60 juta per hektar menjadi sangat penting bagi kesejahteraan petani.
Dukungan dana PSR yang mencukupi diharapkan dapat membantu petani dalam menyediakan lahan perkebunan kelapa sawit yang lebih baik. Kebutuhan dana ini tidak hanya untuk replanting, tetapi juga untuk berbagai praktik budidaya terbaik dan berkelanjutan, seperti persiapan lahan, pemilihan benih unggul, dan pemeliharaan tanaman.
Namun, keberadaan PSR juga menimbulkan dampak pada penghasilan petani, sehingga mereka harus mencari sumber penghasilan alternatif, seperti bertani sayuran dan beternak. SPKS berkomitmen untuk mendampingi petani kelapa sawit dalam menghadapi tantangan ini, dengan menyediakan program pelatihan dan pendampingan.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumsel Periode I-Februari 2024 Naik Rp 119,22/Kg, Cek Harganya..
Melalui upaya ini, SPKS berharap dapat meningkatkan kemampuan petani dalam praktik budidaya yang berkelanjutan. Tujuan akhirnya adalah agar kebun sawit milik petani menjadi ramah lingkungan dan berkontribusi pada ketahanan pangan dan energi nasional.
