Keberhasilan menerapkan prinsip dan kriteria berkelanjutan berlandaskan nilai-nilai universal, dapat menjadi kekuatan baru bagi pengembangan bisnis minyak sawit di dunia termasuk Indonesia. Sebab itu, kerjasama perusahaan perkebunan dengan petani kelapa sawit harus terus ditingkatkan di masa depan.
Kerjasama kemitraan perusahaan perkebunan dengan petani kelapa sawit yang sudah dilakukan sejak 1980an silam, dapat terus didorong menjadi bagian kerjasama yang lebih transparan dan terbuka. Lantaran, kebutuhan kemitraan bersama petani dapat menjadi bagian dari keberhasilan pembangunan sawit berkelanjutan.
Potensi perkebunan kelapa sawit milik petani, dapat menjadi mitra sejajar bagi perusahaan perkebunan kelapa sawit, guna mengelola perkebunan kelapa sawit menjadi lebih produktif dan ramah lingkungan. Kemitraan antara perusahaan perkebunan dengan petani kelapa sawit juga diharapkan dapat sejajar dan transparan demi kemajuan bersama.
BACA JUGA: Kenali Faktor-Faktor yang Pengaruhi Harga CPO Global, Supaya Bisa Meramal Harga
Pola kemitraan perusahaan perkebunan dengan petani kelapa sawit, dapat menjadi modal kuat bagi bangsa Indonesia guna meyakinkan pelaku bisnis dan parlemen Uni Eropa akan praktik budidaya terbaik dan berkelanjutan yang kini sudah dilakukan. Lantaran, minyak sawit merupakan satu-satunya minyak nabati dunia yang sudah menerapkan prinsip dan kriteria berkelanjutan yang berlaku secara universal.
Kekuatan inilah yang mampu menjawab akan kebutuhan pasar Uni Eropa, dimana konsumsi masyarakatnya dipastikan berasal dari sumber-sumber yang dapat dipertanggung jawabkan. Pasalnya, bisnis tak hanya mengejar keuntungan material semata, melainkan mampu berkolaborasi dengan pemangku kepentingan lainnya, guna menjaga keberlanjutan manusia dan lingkungan sekitarnya. Semoga.
Penulis: Ignatius Ery Kurniawan
