Namun, kesuksesan dalam upaya keberlanjutan ini tidak bisa dicapai hanya dengan kerja pemerintah dan perusahaan besar saja. Peran petani sawit, menurut Prayudi, juga tercatat sangat penting.
Lantaran, mereka memiliki potensi untuk menerapkan praktik budidaya terbaik dan berkelanjutan. Inilah mengapa dukungan dari berbagai pihak, termasuk organisasi petani seperti Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), sangatlah dibutuhkan.
Terlebih SPKS telah aktif dalam mendorong percepatan sertifikasi ISPO di antara petani sawit. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, SPKS berusaha meningkatkan kapasitas dan kemampuan petani sawit untuk memastikan bahwa praktik budidaya mereka sesuai dengan standar keberlanjutan. Hal ini mencakup pembentukan kelompok petani yang kuat serta pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dalam praktik budidaya terbaik.
Ketua Umum SPKS, Sabarudin, menekankan bahwa pentingnya praktik budidaya yang berkelanjutan harus dimulai sejak awal perkebunan. Legalitas lahan, seperti Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB), merupakan langkah awal yang krusial. Dengan demikian, kolaborasi multi-pihak menjadi kunci untuk meningkatkan keberlanjutan industri minyak sawit di Indonesia. (T1)
