Eksekutif COFCO: Impor Kedelai China Diperkirakan Turun 9,5% pada 2025

oleh -4.263 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Ilustrasi Perkebunan Kedelai.

InfoSAWIT, JAKARTA – Impor kedelai China diperkirakan akan turun sebesar 9,5% pada tahun pemasaran yang berakhir pada September 2025, menurut seorang eksekutif dari China National Cereals, Oils, and Foodstuffs Corporation (COFCO). Penurunan ini berarti China, konsumen kedelai terbesar di dunia, akan mengimpor 98,8 juta ton metrik kedelai, turun dari 109,4 juta ton pada tahun sebelumnya.

Berbicara di sebuah konferensi biji minyak, eksekutif COFCO yang memilih untuk tetap anonim tersebut tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan turunnya impor yang diperkirakan, namun ia mencatat perlunya memantau kesiapan pembeli China untuk membeli kedelai AS. “Jika kita melihat tren jangka panjang, margin keuntungan dari kedelai AS relatif baik, tetapi kita harus memantau apakah orang akan berani membeli kedelai AS,” ujarnya dikutip InfoSAWIT dari Reuters, Minggu (17/11/2024).

Tahun ini, China telah meningkatkan impor kedelai untuk mengantisipasi potensi ketegangan perdagangan dengan AS setelah pemilu presiden yang akan datang. Ada kekhawatiran bahwa kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih dapat memicu ketegangan kembali antara Washington dan Beijing, mirip dengan masa jabatan pertamanya ketika tarif dikenakan pada kedelai AS.

BACA JUGA: Parlemen Uni Eropa Setujui Penundaan Penerapan UU Deforestasi Setahun Kedepan

Selama konflik perdagangan, kedelai AS memiliki margin keuntungan yang tinggi, namun permintaan tidak cukup untuk mengimbangi tarif tersebut. Eksekutif COFCO menekankan pentingnya menilai margin keuntungan dari kedelai AS, karena ini dapat memengaruhi keputusan impor di masa depan. Pada bulan Oktober, China mengimpor 8,09 juta ton kedelai, jumlah tertinggi untuk bulan tersebut dalam empat tahun, meningkat 56% dari 5,18 juta ton pada tahun sebelumnya. Lonjakan ini diperkirakan akan membuat total impor kedelai China pada tahun 2024 mencapai rekor tertinggi.

Permintaan untuk tepung kedelai, faktor kunci bagi kedelai di China, didorong oleh pemulihan perusahaan peternakan babi, banyak di antaranya yang kembali mencatatkan keuntungan setelah beberapa tahun merugi. Eksekutif tersebut mencatat bahwa permintaan tepung kedelai kemungkinan akan tetap kuat karena harga babi diperkirakan tidak akan jatuh di bawah biaya setelah Festival Musim Semi 2025.

BACA JUGA: Kementerian ESDM Tetapkan HIP Biodiesel Oktober 2024 Senilai Rp 12.633 per Liter

China juga telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi ketergantungannya pada produk pertanian AS sejak perselisihan perdagangan, dengan fokus untuk memperkuat ketahanan pangan. Sebagai hasilnya, bagian kedelai AS dalam total impor China turun dari 40% pada tahun 2016 menjadi hanya 18%, sementara bagian kedelai Brasil meningkat menjadi 76% dari 46%, menurut data bea cukai China. (T2)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com