Dewi mengapresiasi peran sektor swasta dalam mendorong produktivitas sawit. “Kami berterima kasih kepada perusahaan swasta yang telah membina petani plasma dengan bibit unggul dan perlakuan yang tepat. Ini membuat produksi petani meningkat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tanggung jawab untuk membangun industri sawit berkelanjutan tidak hanya berada di pundak pemerintah, tetapi juga sektor swasta dan masyarakat. “Kita semua harus bekerja sama untuk memastikan bahwa sawit tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tutup Dewi.
ICOPE ke-7 diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dan solusi inovatif untuk menghadapi tantangan industri sawit, mulai dari peningkatan produktivitas hingga pelestarian lingkungan. Dengan kolaborasi yang kuat, Indonesia dapat mempertahankan posisinya sebagai produsen sawit terbesar dunia sekaligus menjadi contoh keberlanjutan global.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 12-18 Februari 2025 Naik Rp 105,27/Kg
“Mari kita jadikan sawit sebagai kekuatan untuk kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan,” pesan Dewi kepada seluruh peserta ICOPE 2025. (T2)
