InfoSAWIT, PEKANBARU – Fakultas Pertanian Universitas Riau (Unri) berkolaborasi dengan Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) Komisariat Pekanbaru serta Universitas Lancang Kuning (Unilak) sukses menggelar Agribusiness Studium Generale pada Rabu (19/2). Acara yang berlangsung di Aula Integrated Classroom Unri ini dibuka oleh Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Pertanian Unri, Dr. Shorea Khaswarina.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk meningkatkan kesadaran dan wawasan mengenai sektor kelapa sawit dalam mendukung program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah. “Mudah-mudahan dari forum ini lahir solusi untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit,” ujarnya.
Dilansir InfoSAWIT dari laman resmi Unri, Senin (24/2/2025), pada acara tersebut, guru besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Lampung (Unila) sekaligus Ketua Umum PERHEPI 2021-2024, Prof. Bustanul Arifin, mengungkapkan, kontribusi Daerah Penghasil Sawit dalam Mewujudkan Kesejahteraan Petani di Indonesia, Ia juga menyinggung pentingnya pengelolaan perkebunan sawit yang lebih efektif.
Dipandu moderator Dr. Arifudin, Prof. Bustanul menjelaskan bahwa Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Provinsi Riau, dengan produksi hampir sembilan juta ton per tahun, menempati peringkat pertama di Indonesia. Namun, minimnya kesadaran dalam pengelolaan perkebunan sawit membuat potensi besar ini belum mampu secara optimal mengangkat kesejahteraan petani.
BACA JUGA: GAPKI Sebut Ketidakpastian Hukum dan Tumpang Tindih Kebijakan Jadi Tantangan Industri Sawit
“Sumber daya yang begitu besar seharusnya membuat kita berperilaku seperti bangsa besar,” ujar Prof. Bustanul. Ia menegaskan bahwa keseriusan pemerintah dalam mendukung hilirisasi harus diiringi dengan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, guna mencapai kesejahteraan nasional. “Swasembada pangan bukan tujuan akhir, melainkan alat dalam menciptakan ketahanan pangan,” tambahnya.
Sebelum menutup diskusi, Dr. Arifudin turut menyampaikan pandangannya kepada mahasiswa yang hadir. “Sebagai daerah penghasil sawit terbesar di Indonesia, Riau seharusnya memiliki lebih banyak peneliti di bidang perkebunan sawit,” tegasnya. Harapannya, melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa dapat lebih aktif dalam penelitian dan inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani sawit di Indonesia. (T2)
